<strong>Jakarta, ID</strong> - Tahun 2025 ini, penjualan <em>smartphone</em> produksi <a href="https://infodigital.co.id/os-huawei-dobrak-dominasi-android-dan-ios/"><strong>Huawei</strong></a> diperkirakan kembali menduduki nomor 1 di China. Untuk pasar global, ponsel <a href="https://infodigital.co.id/huawei-akan-luncurkan-pocket-3-pura-80-dan-nova-14/"><strong>Huawei</strong></a> pun diprediksi kembali masuk lima besar lagi karena inovasinya. Sebagai catatan, pada 2024, <a href="https://infodigital.co.id/ponsel-lipat-tiga-huawei-debut-global-dengan-pembaruan/"><strong>Huawei</strong></a> sudah mulai mampu bersaing dan mengalahkan para raksasa dalam penjualan ponsel pintar (<em>smartphone</em>) dan kembali ke persaingan. Penjualan <em>smartphone</em> di China pun sudah masuk nomor 2 di bawah Vivo. Salah satu bukti betapa optimisnya mengarungi 2025, keberanian Huawei memproduksi dan meluncurkan ponsel lipat tiga (<em>tri-fold</em>) Mate XT di China pada Septembe 2024 dan menjadi yang pertama di dunia. Itu ketika yang lain masih ‘asyik’ berinovasi pada ponsel lipat dua (<em>foldable</em>). Huawei pun tengah berinovasi pada Mate XT dan akan meluncurkannya di pasar global 2025 ini. Belum lagi, Huawei juga ‘melahirkan kembali’ <em>smartphone</em> yang dulu mati suri untuk masuk pasar global, antara lain Pura dan Nova. Bahkan, Pura 70 sudah masuk Indonesia Desember 2024. Sebuah laporan dari China, lembaga CNMO memperkirakan bahwa Huawei mengincar nomor 1 dalam penjualan <em>smartphone</em> domestik, China pada 2025. Sedangkan di pasar global, Huawei akan kembali masuk lima besar, dari saat ini sudah terlempar dari lima besar. “Tidak hanya itu (selain nomor 1 di China), perusahaan tersebut (Huawei) juga dapat kembali masuk dalam 5 besar pembuat ponsel pintar di pasar global,” ungkap sumber, dikutip <a href="https://infodigital.co.id/"><strong><em>InfoDigital.co.id</em></strong></a>, Senin (20/1/2025). Menurut <em>Huaweicentral</em>, sebelum larangan dan perang dagang China dengan Amerika Serikat (AS) era Donald Trump pertama, Huawei sempat membuat kemajuan pesat dan masuk dalam posisi kedua besar penjualan <em>smartphone</em> dunia yang menjadi pencapaian bisnis tertinggi sepanjang masanya. Bahkan, khusus pada kuartal II-2020, Huawei sempat mencapai status pembuat <em>smartphone</em> teratas (nomor 1) di pasar global untuk pertama kalinya dan mengalahkan Samsung, asal Korea Selatan. <strong>Dampak Perang Dagang</strong> Banyak hal yang sempat berubah pascalarangan dan perang dagang China dengan AS ketika Donald Trump menjadi Presiden AS (20 Januari 2017-20 Januari 2021). Merek <em>smartphone</em> Huawei sempat ‘lenyap’ sebagai produsen yang pertama di pasar global. Huawei terlempar dari 5 besar dalam pengiriman ponsel global. Sebab, Huawei, perusahaan global yang menjadi salah satu sasaran utama perang dagang AS pada era Trump pertama. Huawei menjadi sasaran karena dianggap sebagai simbol kemajuan industri TI China. Perang dagang yang dilancarkan AS mengakibtan runtuhnya rantai pasokan dan kurangnya ekosistem yang andal Huawei. Bahkan, Huawei sampai dilarang menggunakan sistem operasi (<em>operating system</em>) Android pada perangkat <em>mobile</em> buatan Google yang buatan AS, termasuk <em>smartphone</em>. Pada akhirnya, Huawei membuat OS sendiri, yakni HarmonyOS<em>.</em> Ketika itu, bahkan, Huawei sampai ‘enggan’ membuat produk <em>smartphone</em> baru karena permintaan globalnya menurun ke titik terendah. Bahkan, dampaknya sampai ke pasar domestik, China. Sementara itu, HarmonyOS pun perlu waktu untuk diterima pasar.
Ponsel Huawei akan Kembali No 1 di China dan Masuk 5 Besar Global
Senin 20-01-2025,16:37 WIB
Editor : redaksi
Kategori :