Investasi Pabrik AirTag Apple di Batam Jauh dari US$1 Miliar

Kamis 23-01-2025,14:41 WIB
Reporter : redaksi
Editor : redaksi

<strong>Jakarta, ID</strong> - <a href="https://infodigital.co.id/menperin-tegaskan-apple-harus-bangun-pabrik-iphone/"><strong>Kementerian Perindustrian (Kemenperin)</strong></a> menaksir nilai investasi pabrik perangkat pintar AirTag milik Apple di Batam, Kepulauan Riau, hanya sekitar US$200 juta. Nilainya jauh dari klaim <a href="https://infodigital.co.id/menperin-tagih-utang-investasi-apple-us10-juta/"><strong>Apple</strong></a> yang mencapai US$1 miliar. Sebelumnya, Apple menyampaikan proposal pembangunan pabrik AirTag di Batam dengan nilai investasi USD$1 miliar. Pabrik diperkirakan  memasok 60% kebutuhan AirTag global, berproduksi mulai 2026, serta diperkirakan akan menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja. Namun, menurut Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif, berdasarkan <em>assessment</em> teknokratis Kemenperin nilai riil investasi pabrik AirTag Apple di Batam itu hanya sekitar US$200 juta. “Nilai iitu tentu jauh lebih kecil dibandingkan dengan klaim nilai investasi US$1 miliar dalam proposal yang disampaikan Apple kepada kami,” ujar Febri di Jakarta, dikutip <a href="https://infodigital.co.id/"><strong><em>InfoDigital.co.id</em></strong></a>, Kamis (23/1/2025). <strong>Ekspor dan Bahan Baku</strong> Dia menjelaskan, berdasarkan perhitungan teknokratis Kemenperin, komponen proyeksi nilai ekspor dan biaya pembelian bahan baku tidak dapat dimasukkan sebagai belanja modal (<em>capital expenditure/ capex</em>) investasi. Nilai investasi Apple seharusnya hanya diukur hanya dari <em>capex</em> murni yang terdiri atas pembelian lahan, bangunan, dan mesin/teknologi yang dibutuhkan. Proposal nilai investasi AirTag Apple di Batam mencapai nilai US$1 miliar karena memasukkan proyeksi nilai ekspor dan pembelian bahan baku. Karena itu, total nilainya melambung mencapai US$1 miliar. Padahal riil <em>capex</em>-nya hanya sUS$200 juta. “Jika nilai investasi Apple US$1 miliar benar-benar hanya untuk<em> </em><em>capex</em>, seperti pembelian tanah, bangunan, dan mesin/teknologi, lebih baik lagi. Bayangkan, jumlah tenaga kerja yang bisa terserap sangat besar,” imbuhnya. Ia memaparkan, dalam negosiasi pada 7 Januari 2025 lalu, Apple masih menanyakan, apakah proyeksi nilai ekspor dan pembelian bahan baku masuk dalam <em>capex</em>. Tim negosiasi Kemenperin tentu menjawab tegas bahwa dua variabel tersebut bukan merupakan bagian dari <em>capex</em>. Pengintungan <em>capex</em> hanya memasukkan tiga variabel, yakni pembelian lahan, bangunan, dan mesin/teknologi produksi. (dmm)

Tags :
Kategori :

Terkait