Ada 19 Juta Ancaman Web di RI pada 2024

Senin 03-02-2025,15:30 WIB
Reporter : redaksi
Editor : redaksi

<strong>Jakarta, ID</strong> - <a href="https://infodigital.co.id/kaspersky-blokir-4-juta-ancaman-online-di-indonesia/"><strong>Kaspersky</strong></a> mencatat 19.171.977 upaya <a href="https://infodigital.co.id/5-tren-berkembang-terkait-keamanan-siber-2025/"><strong>serangan siber</strong></a> berbasis web yang terdeteksi dan berhasil diblokir di Indonesia (RI) sepanjang tahun 2024. Angka ini turun 34,85% dibandingkan tahun sebelumnya 29.426.930 upaya serangan terdeteksi. “Jumlah ancaman siber berfluktuasi dan itu tidak menurun secara seragam,” ungkap <em>General Manager</em> untuk Asia Tenggara di Kaspersky Yeo Siang Tiong, dikutip <a href="https://infodigital.co.id/"><strong><em>InfoDigital.co.id</em></strong></a>, dikutip Senin (3/2/2025). Penurunan ancaman itu dapat berasal dan dipicu beberapa faktor, termasuk peningkatan teknologi deteksi dan pencegahan yang menutupi volume ancaman sebenarnya. Selanjutnya, pergeseran taktik penyerang ke arah serangan yang lebih canggih, fokus pada target bernilai tinggi tertentu, dan mengurangi jumlah keseluruhan insiden yang kurang begitu berdampak yang dilaporkan ke public. Selain itu, penurunan ancaman terjadi karena adanya peningkatan investasi dalam pelatihan kesadaran keamanan siber yang mengarah pada lebih sedikit kampanye <em>phishing</em> yang berhasil. “Penjelasan komprehensif itu pun menunjukkan gambaran yang kompleks mengenai lanskap ancaman siber, dan bukan sekadar penurunan keseluruhan aktivitas siber yang berbahaya,” kata Yeo Siang Tiong. <strong>Serang Platform Kripto</strong> Dia pun memberikan contoh, beberapa bulan lalu, di Indonesia telah terjadi serangan siber yang menargetkan platform <a href="https://finance.detik.com/fintech/d-7563708/rugi-rp-300-m-diserang-hacker-bos-indodax-cuma-3-dari-total-cadangan-kripto">perdagangan kripto, yang mengakibatkan kerugian sekitar Rp 300 miliar</a>. Selain kerugian finansial, insiden ini membuka potensi kerugian reputasi. Kaspersky juga mengamati lonjakan aktivitas <em>drainer</em> di <em>dark web</em> pada tahun 2024. Ini adalah alat berbahaya yang dirancang untuk mencuri aset kripto pengguna, seperti token atau NFT. <em>Drainer</em> adalah jenis<em> malware </em>yang menargetkan dompet aset digital, termasuk kripto. <em>Drainer</em> muncul sepanjang tahun dan dipromosikan secara aktif di berbagai platform <em>dark web</em>. Secara umum, jumlah perintah/panduan/utas unik yang membahas <em>drainer</em> di <em>dark web</em> meningkat <a href="https://securelist.com/ksb-dark-web-predictions-2025/114966/">dari 55 pada 2022 menjadi 129 tahun 2024</a>. “Dengan data Kaspersky terbaru untuk Indonesia dan tren pasar <em>dark web</em> tahun lalu, para antusias kripto di negara ini perlu lebih waspada dari sebelumnya, mengadopsi langkah-langkah keamanan kripto yang kuat,” tutur Yeo Siang Tiong. <strong>Langkah Antisipasi</strong> Sementara itu, agar tetap terlindungi dari berbagai ancaman kejahatan siber melalui <em>web</em>, Kaspersky menyarankan pengguna untuk melakukan beberapa hal berikut. 1. Terus pantau <em>dark web</em> secara proaktif untuk mencari tanda-tanda aktivitas kejahatan dunia maya yang dapat mengancam aset digital. 2. Jangan mengunduh dan memasang aplikasi dari sumber yang tidak terpercaya. 3. Jangan mengeklik tautan apa pun dari sumber yang tidak dikenal, atau iklan daring yang mencurigakan. 4. Buat kata sandi yang kuat dan unik, termasuk campuran huruf kecil dan huruf besar, angka, dan tanda baca, serta aktifkan autentikasi dua faktor 5. Selalu memasang pembaruan <em>software.</em> 6. Abaikan pesan yang meminta untuk menonaktifkan sistem keamanan untuk kantor atau solusi keamanan dunia maya. 7. Selalu jalankan sistem dengan program anti-<em>malware</em> terbaru dan berkualitas seperti <a href="https://www.kaspersky.com/premium">Kaspersky Premium</a>. (dmm)

Tags :
Kategori :

Terkait

Terpopuler