2024, Transaksi Surat Utang di SPPA Tembus Rp 124 T

Senin 12-08-2024,02:29 WIB
Reporter : redaksi
Editor : redaksi

<strong>Jakarta, ID -</strong>  <a href="https://infodigital.co.id/inilah-pencapaian-bei-sepanjang-2024/"><strong>PT Bursa Efek Indonesia</strong></a> (<strong><a href="https://infodigital.co.id/bei-luncurkan-indeks-idx-cyclical-economy-30/">BEI</a></strong>) mencatat, sepanjang tahun 2024 hingga bulan Juli, total nilai transaksi surat utang yang diperdagangkan melalui Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (<a href="https://infodigital.co.id/bei-telah-harmonisasi-peraturan-delisting/"><strong>SPPA</strong></a>) telah mencapai Rp 124,4 triliun. Nilai surat utang tersebut meningkat 179,2% dari nilai transaksi periode yang sama tahun sebelumnya (Juli 2023). Transaksi dikontribusi transaksi bilateral melalui mekanisme <em>Request for Order </em>(RFO) 76,7% dan <em>Order Book</em> serta <em>Request For Quotation</em> (RFQ) 23,3%. “Khusus pada Juli 2024, total nilai transaksi bulanan surat utang di SPPA mencapai <em>all time high </em>(ATH) Rp 34,4 triliun. Rekor tertinggi sebelumnya pernah dicapai pada November 2023, yaitu sebesar Rp 30,63 triliun,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad, dalam pernyataannya, dikutip Senin (12/8/2024). Sampai dengan Juli 2024, lanjut dia, <em>market share</em> SPPA sudah mencapai 13,7% jika dibandingkan total seluruh nilai transaksi Surat Utang Interdealer Domestik oleh Pengguna Jasa SPPA. <em>“Market Share</em> tersebut meningkat hampir w kali lipat jika dibandingkan dari periode yang sama pada tahun sebelumnya (Juli 2023),” imbuhnya. Pada periode yang sama, pengguna jasa SPPA juga meningkat sebanyak 4 pengguna jasa baru SPPA, sehingga saat ini terdapat 37 pengguna jasa SPPA yang terdiri atas bank, perusahaan sekuritas, dan pialang pasar uang. Jumlah ini akan terus meningkat seiring dengan <em>value added</em> yang ditawarkan SPPA dalam transaksi Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS).

Tags :
Kategori :

Terkait