Huawei Lawan AS dengan Investasi di 60 Perusahaan Chip

Senin 02-06-2025,16:47 WIB
Reporter : redaksi
Editor : redaksi

<strong>Jakarta, ID</strong> - <a href="https://infodigital.co.id/divisi-ponsel-huawei-taklukkan-perang-dagang-as/"><strong>Huawei</strong></a>, raksasa vendor teknologi informasi multinasional asal China, telah bertindak cerdas dengan invesasti pada 60 perusahaan pengembang <em>chip/chipset</em> untuk melawan embargo dan  perang dagang Amerika Serikat sejak tahun 2019. <a href="https://infodigital.co.id/huawei-investasi-robotika-untuk-tumbuhkan-ai/"><strong>Huawei</strong></a> kini pun mulai memetik hasilnya. <em>Chip/chipset</em> merupakan lempengan tipis (<em>wafer</em>) dari bahan semikonduktor dengan sirkuit elektronik tersemat yang berisi jutaan komponen elektronik mikroskopis untuk mengirimkan sinyal data dan meningkatkan performa mesin pada perangkat pintar, antara lain komputer, laptop, dan <em>smartphone</em>. Ya, larangan/perang dagang Amerika Serikat (AS) telah ‘menusuk jantung’ <a href="https://infodigital.co.id/huawei-diklaim-siap-gantikan-chip-h20-nvidia/"><strong>Huawei</strong></a> sejak tahun 2019, periode pertama Presden AS Donald J Trump. Huawei menjadi sasaran tembak karena merupakan perusahaan multinasional dan vendor teknologi informasi terbesar China. Sejak tahun tersebut, Huawei hanya dipasok (<em>supply chain</em>) perangkat keras (<em>hardware</em>) seperti <em>chip</em> kelas rendah dari AS. Bahkan, Huawei dilarang menggunakan produk aplikasi (<em>software</em>) asal AS. Itu termasuk Android yang merupakan sistem operasi perangkat <em>mobile</em> terpopuler dan banyak digunakan di dunia buatan Google. Terpaksa, Huawei pun telah menuat sistem operasi sendiri HarmnoySoS untuk perangkat pintar <em>mobile</em>-nya. Sejak saat itu, secara diam-diam, Huawei pun melalukan perlawanan dengan berinvestasi pada lebih dari 60 perusahaan <em>chip</em> di China untuk mengembangkan rantai pasokannya sendiri. <strong>Langkah Besar</strong> Mjenurut <em>Huaweicentral</em>,  Raksasa teknologi informasi tersebut mengambil langkah besar untuk mengatasi kurangnya akses ke teknologi berbasis AS dan produk-produk canggih lainnya. Karena itu, Nikkei Asia pun melaporkan bahwa meskipun ada larangan/perang dagang AS terhadap China, Huawei mampu berinvestasi di lebih dari 60 perusahaan <em>chip</em> di China karena perusahaan Hubble, anak perusahaannya. Hubble merupakan perusahaan  modal ventura yang didirikan tahun 2019 dan digunakan oleh Huawei untuk berinvestasi dalam teknologi kecerdasan buatan (AI), <em>chip</em>, dan manufaktur. Dengan bantuan Hubble, Huawei mendukung lebih dari 60 perusahaan semikonduktor di negaranya untuk membangun rantai pasok mandiri yang dapat memenuhi kebutuhan terkait <em>chip</em>. Laporan lebih lanjut pun mengungkapkan bahwa Huawei, melalui Hubble, memiliki saham di lebih dari 50 perusahaan <em>chip</em> di China. Mengungkap peran anak perusahaan Huawei tersebut, sampai NikkeiAsia mengatakan, “Investasinya mencakup seluruh rantai pasok semikonduktor,  mulai dari desain dan material hingga manufaktur dan pengujian, dengan sebagian besar kepemilikan sahamnya tetap di bawah 10%,” ungkap Nikkei Asia, dikutip Senin (2/5/2025).

Tags :
Kategori :

Terkait