Waspadai Penggalangan Dana Palsu CEO Telegram

Rabu 28-08-2024,14:03 WIB
Reporter : redaksi
Editor : redaksi

<strong>Jakarta, ID</strong> - Para ahli <a href="https://infodigital.co.id/waspadai-tusk-kampanye-informasi-yang-bertujuan-pencurian-daring/"><strong>Kaspersky</strong></a>, perusahaan konsultan dan penyedia solusi sekuriti <a href="https://infodigital.co.id/inilah-tips-praktik-keamanan-siber-terbaik-2024/"><strong>siber</strong></a> asal Rusia, mengingatkan kita mewaspadai penggalangan dana palsu untuk advokasi <a href="https://infodigital.co.id/ini-alasan-sebenarnya-ceo-telegram-ditangkap-di-prancis/"><strong>Pavel Durov</strong></a>, Pendiri dan CEO Telegram, yang ditangkap di Prancis. Para penipu memantau dengan seksama perkembangan penangkapan CEO Telegram Pavel Durov. Memanfaatkan kesempatan, para penjahat siber meluncurkan kampanye <em>spam</em>, mendistribusikan <em>e-mail</em> untuk penggalangan dana pembelaan hukum Durov. Kaspersky saat ini juga memantau kampanye <em>spam </em>aktif dengan beberapa variasi pesan yang mengikuti pola serupa. Khusus terkait Pavel Durov, penipu siber menyamar sebagai organisasi hak asasi manusia dan mengklaim pembebasan Pavel Durov. Mereka mendesak penerima pesan untuk menyumbang ke dompet kripto tertentu, termasuk BTC, ETH, dan TRX. Namun, para korban akhirnya kehilangan uangnya, dan tim Pavel Durov belum mengumumkan  penggalangan dana resmi apa pun. Untuk melewati filter <em>spam</em>, penipu mengubah kata-kata, menghindari pengulangan, dan menggunakan sinonim seperti ‘membantu’ dan ‘mendukung’ atau ‘menyumbangkan’, dan ‘mengumpulkan dana’. Selain itu, nama organisasi pendanaan berubah setiap kali terdapat <em>e-mail</em> yang mengaku mewakili Human Rights Defenders Network (HRDN). Sementara itu, yang lain menyamar sebagai Digital Rights Advocacy Network (DRAN). "Sangat penting untuk berpikir kritis dan memeriksa ulang sebelum mengirim uang ke proyek donasi apa pun," saran Andrey Kovtun, pakar keamanan <em>e-mail</em> di Kaspersky, menyikapi ulah penipu siber tersebut, dikutip <em>InfoDigital.co.id</em>, Rabu (28/8/2024). Dia pun menyarankan, pengguna internet mengandalkan komunikasi resmi dan sumber berita terverifikasi. Kita jangan pernah percaya <em>e-mail</em>  dalam bahasa dan format primitif, terutama jika tim resmi belum mengumumkan upaya penggalangan dana apa pun. “Kewaspadaan Anda dapat melindungi diri dari menjadi korban penipuan," imbuhnya.

Tags :
Kategori :

Terkait