Malaysia Awasi Perdagangan Chip AI Asal AS

Selasa 15-07-2025,10:00 WIB
Reporter : redaksi
Editor : redaksi

<strong>Jakarta, ID</strong> - Pemerintah Malaysia mengambil peran yang lebih besar dalam pengawasan perdagangan <em>chipset</em> asal Amerika Serikat (AS) di negaranya agar tidak diekspor dan masuk ke negara <a href="https://infodigital.co.id/huawei-berpotensi-ambil-alih-pasar-chip-nvidia/"><strong>China</strong></a>. Saat ini,<a href="https://infodigital.co.id/nvidia-kehilangan-pendapatan-us55-miliar/"><strong> Nvidia</strong></a> merupakan produsen chip AI utama asal AS.  . Hal tersebut dilakukan oleh Pemerintah Malaysia seiring kebijakan Pemerintah Federal AS di bawah Presiden Donald J Trump yang sangat membatasi ekspor produk <em>chip</em> AI dari negaranya masuk ke nagara <a href="https://infodigital.co.id/huawei-lawan-as-dengan-investasi-di-60-perusahaan-chip/"><strong>China</strong></a>. Kementerian Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia pun telah mengumumkan pembatasan baru untuk ekspor <em>chip</em> AI asal AS ke luar negeri pada hari Senin (14/7/2025). Perorangan dan perusahaan di negeri Jiran pun kini diwajibkan untuk memberi tahu otoritas Malaysia setidaknya 30 hari sebelumnya ketika mereka berniat untuk mengekspor atau melakukan <em>transshipment chip</em> AI AS. “Malaysia tegas menentang segala upaya untuk menghindari kontrol ekspor, atau terlibat aktivitas perdagangan ilegal oleh perorangan atau perusahaan mana pun, yang akan menghadapi tindakan hukum yang tegas jika terbukti melanggar STA 2010 atau undang-undang terkait,” ungkap  Kementerian Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, adalam pernyataannnya. Menurut laporan portal <em>TechCrunch</em>, dugaan penyelundupan <em>chip</em> AI AS ke Tiongkok lewat Malaysia telah muncul beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, Anthropic mengklaim bahwa China telah memiliki jaringan penyelundupan <em>chip</em> yang canggih dalam sebuah <em>postingan blog</em> pada bulan April 2025. <em>Postingan</em> tersebut juga mengklaim bahwa para penyelundup melakukan berbagai upaya ekstrem untuk membawa <em>chip</em> AI ke Tiongkok, termasuk menggunakan perut bayi prostetik berisi <em>chip</em>, dan bahwa para penyelundup mengirimkan GPU bersama lobster hidup. <em>Postingan blog</em> Anthropic mendukung AS yang memberlakukan lebih banyak aturan ekspor <em>chip</em> AI guna mencegah penyelundupan. Pembatasan tersebut kemungkinan akan diberlakukan dalam waktu dekat. <strong>Rencana Pemerintah AS </strong> Pekan lalu lalu, <em>Bloomberg</em> juga telah melaporkan bahwa Pemerintahan Trump berencana untuk lebih membatasi ekspor <em>chip</em> AI, dari perusahaan seperti Nvidia, ke Malaysia dan Thailand. Hal itu bertujuan untuk mencegah Tiongkok mengakses <em>cip</em> AI AS melalui jalur masuk yang berbeda. Sejauh ini, Pemerintahan Trump belum membuat pengumuman resmi terkait hal tersebut. Sementara itu, CEO Nvidia Jensen Huang sebenarnya kurang setuju pembatasan ekspor <em>chip</em> AI karena merugikan secara korporasi. Namun, Departemen Perdagangan AS dikabarkan sedang menyusun serangkaian regulasi pembatasan umum ekspor <em>chip</em> AI AS setelah secara resmi mencabut aturan Difusi AI Pemerintahan Biden pada Mei lalu. (bdm)

Tags :
Kategori :

Terkait

Terpopuler