Ransomware Bidik Bisnis Besar di Indonesia

Senin 13-10-2025,10:30 WIB
Reporter : redaksi
Editor : redaksi

<strong>Jakarta, ID</strong> - Kaspersky, perusahaan konsultan dan penyedia solusi keamanan siber asal Rusia, mengungkapkan bahwa <a href="https://infodigital.co.id/ransomware-dan-apt-ancam-indonesia/"><strong><em>ransomware</em></strong></a> masih membidik <a href="https://infodigital.co.id/bisnis-di-indonesia-hadapi-157-ransomware-tiap-hari/"><strong>bisnis di Indonesia</strong></a>. Bidikannya juga disebut kian memilih target besar dan langsung tepat sasaran. <em>Ransomware </em>merupakan perangkat lunak (s<em>oftware</em>) yang diciptakan untuk melakukan pemerasan. Modus operandinya, <em>ransomware</em> ditebar untuk mengunci komputer/perangkat pintar korban, dan kemudian, meminta tebusan untuk melepaskan/membukanya. Meskipun hanya 0,25% pengguna bisnis Kaspersky di Indonesia yang terkena ancaman pada semester I-2025, persentase kecil merupakan hal umum untuk <em>ransomware</em>. Saat ini, <em>ransomware</em> baru yang makin pintar berbasis AI juga telah muncul. “Munculnya kelompok <em>ransomware</em> berbasis AI seperti <a href="https://me-en.kaspersky.com/about/press-releases/kaspersky-explores-the-evolution-of-ai-powered-ransomware-with-password-gated-capabilities?srsltid=AfmBOorPL77lSeIJqIEXzOlvGaRkm-pWqUGJ6KD2Mkqr29yCY5_whqHD">FunkSec</a> merupakan sinyal yang jelas tentang apa yang akan terjadi pada lanskap ancaman siber Indonesia,” ungkap <em>Country Manager</em> untuk Indonesia di Kaspersky Defi Nofitra, dikutip <a href="https://infodigital.co.id/"><strong><em>InfoDigital.co.id</em></strong></a>, Senin (13/10/2025). Dengan menggunakan kode yang dihasilkan AI dan mengadopsi taktik berbiaya rendah dan bervolume tinggi, kelompok-kelompok tersebut tidak hanya melampaui operator <em>ransomware </em>tradisional. “Mereka juga memperluas jangkauan ke sektor-sektor penting, seperti pemerintahan, keuangan, teknologi, dan pendidikan,” imbuhnya. Kita pun menyaksikan transformasi dalam ancaman siber dengan munculnya ransomware 3.0 berbasis AI. Serangannya kini lebih cepat, lebih canggih, dan kurang terprediksi. Karena itu, perusahaan/bisnis perlu memastikan investasi dalam perlindungan holistik tidak lagi dipandang sebagai biaya tambahan, tetapi sebagai strategi inti untuk melindungi pertumbuhan dan keberlanjutan perusahaan. “Perusahaan-perusahaan di Indonesia harus menyadari bahwa kesiapsiagaan terhadap ancaman digital merupakan pondasi utama untuk menjaga keberlangsungan bisnis di era ekonomi digital,” tutur Devi. <strong>Data Serangan  </strong> Sementara itu, pada paruh pertama atau semester I tahun 2025, <em>ransomware</em> disebut terus memengaruhi sebagian kecil pengguna bisnis di Indonesia. Hal itu terjadi sejalan dengan tren global yang mencerminkan penyerang <em>ransomware</em> kini fokus menargetkan organisasi bernilai tinggi, alih-alih melakukan serangan massal tanpa pandang bulu. Meskipun hanya 0,25% pengguna bisnis Kaspersky di Indonesia yang terkena ancaman, persentase yang tampaknya kecil merupakan hal yang umum untuk <em>ransomware</em>. Fakta bahwa penyerang seringkali tidak mendistribusikan <em>malware</em> jenis ini secara massal, tetapi memprioritaskan target bernilai tinggi, yang mengurangi jumlah keseluruhan insiden. Walau masih dalam persentase kecil, yakni 0,25%, persentase tetap juga menunjukkan sedikit peningkatan dari 0,23% pada periode yang sama tahun lalu. Daftar lengkap pesentase serangan <em>ransomware</em> di Asia Tenggara pada semester I-2025 bisa dilihat di tabel bawah berita. <strong>5 <em>Ransomware</em> dan Tahapan Serangan</strong> Kaspersky juga juga mengungkapkan 5 keluarga <em>ransomware</em> teratas yang mengincar perusahaan berbagai ukuran di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. 1. Trojan-Ransom.Win32.Wanna 2. Trojan-Ransom.Win32.Gen 3. Trojan-Ransom.Win32.Crypmod 4. Trojan-Ransom.Win32.Crypren 5. Trojan-Ransom.Win32.Encoder Trojan jenis tersebut memodifikasi data di komputer korban, sehingga korban tidak dapat lagi menggunakan data tersebut, atau mencegah komputer berjalan dengan semestinya. Setelah data disandera (diblokir atau dienkripsi), pengguna akan menerima permintaan tebusan. Ini diikuti dengan memerintahkan korban untuk mengirimkan uang kepada penyerang. Setelah menerima uang tersebut, pelaku kejahatan siber akan mengirimkan program kepada korban untuk memulihkan data atau memulihkan kinerja komputer. Pada awal 2025, Kaspersky juga mengungkapkan bahwa organisasi di Indonesia menghadapi rata-rata 157 upaya <em>ransomware</em> per hari sepanjang tahun 2024. Total ada 57.554 serangan yang berhasil diblokir oleh solusi keamanan siber Kaspersky tahun lalu.

Tags :
Kategori :

Terkait