Jakarta, ID - Bapak Internet Vinton Cerf akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Pengembang Internet Google pekan depan. Hal ini pun menandai berakhirnya salah satu karier paling berpengaruh dalam sejarah teknologi informasi global, terutama internet.
Saat berbicara melalui video di konferensi Open Frontier yang diselenggarakan oleh Laude Institute, Cerf mendapat pengakuan dari Dave Patterson, profesor UC Berkeley yang terkenal, karena ikut mengembangkan arsitektur prosesor RISC.
“Vint… telah bekerja di Google selama lebih dari 20 tahun, dan dia akan pensiun seminggu lagi. Jadi, saya pikir kita harus memberinya tepuk tangan untuk karier yang relatif baik,” kata Patterson, disambut sorak sorai di ruangan, lapor TechCrunch, dikutip InfoDigital, Kamis (2/7/2026).
Sementara itu, Google belum menanggapi permintaan komentar terkait rencana pension Vinton Cerf hingga waktu publikasi berita ini.
BACA JUGA:230 Juta Pengguna Internet Penopang Ekonomi Digital RI
Cerf, 83 tahun, dan kolaboratornya Robert Kahn, diakui sebagai arsitek protokol jaringan yang menjadi internet yang kita kenal sekarang.
Karyanya dalam mengembangkan dan memopulerkan TCP/IP, seperangkat aturan dasar yang memungkinkan berbagai jaringan komputer untuk saling berkomunikasi, yang dimulai tahun 1970-an.
Karya dan inovasinya pun telah diakui dengan berbagai gelar kehormatan, Medali Kebebasan Presiden, dan Penghargaan Turing , di antara penghargaan lainnya.
Sejak tahun 2005, Cerf menjabat sebagai Wakil Presiden dan Kepala Pengembang Internet di Google. Pada titik ini, kita dapat dengan aman mengatakan bahwa internet telah sepenuhnya ‘dikuasai oleh ideologi tersebut’, baik atau buruk.
Dalam momen yang lebih ringan, Patterson mengenang pertemuannya dengan Cerf, yang dikenal dengan koleksi setelan jas tiga potongnya, saat masih menjadi mahasiswa pascasarjana di tahun 1970-an.
“Dia selalu menjadi ilmuwan komputer dengan penampilan terbaik yang pernah saya temui. Ingatan saya tentang Vint adalah dia datang sebagai mahasiswa pascasarjana dengan kemeja dan dasi di tahun 70-an,” tutur Patterson.
Berbicara tentang AI
Cerf telah diakui dan banyak berbicara dalam sebuah panel bersama ilmuwan komputer lain yang dikenal karena karya mereka pada proyek sumber terbuka yang berkelanjutan.
BACA JUGA:Google Khawatir Revisi UU Hak Cipta Rusak Ekonomi Digital Indonesia
Ketika berbicara bersama François Chollet, pencipta pustaka pembelajaran mendalam, dan salah satu pendiri Ndea, John Ousterhout, ilmuwan komputer Stanford di balik bahasa pemrograman Tcl, yang juga ikut mendirikan Electric Cloud, dan Matei Zaharia, yang merupakan salah satu pendiri dan Kepala Teknolog Databricks, Cerf mengungkapkan pandangannnya terkait AI.