Kepatuhan Registrasi Kartu Seluler Biometrik di Jatim Diklaim 100%

Selasa 14-07-2026,09:54 WIB
Editor : Abdul Muslim

Jakarta, ID - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengklaim, implementasi registrasi kartu seluler (subscriber identity module/SIM card) perdana dengan metode biometrik deketsi wajah di wilayah Jawa Timur (Jatim) sudah 100%.

Hal itu berdasarkan inspeksi Kemkomdigi selama dua hari, 8–9 Juli 2026,  di Kota Surabaya, Gresik, Lamongan, dan Sidoarjo menunjukkan seluruh operator seluler telah menerapkan registrasi biometrik secara penuh.

Karena itu, Kemkomdigi juga mengklaim bhawa tak ada lagi registrasi tanpa ditemukan kartu SIM pedana yang diaktifkan menggunakan identitas/nomor idrntitas kependudukan (NIK) milik orang lain.

"Kami tidak menemukan pre registered card atau kartu yang sudah diaktifkan menggunakan data atau NIK milik orang lain. Kami juga melihat kepatuhan tiga operator sudah mencapai 100%," ujar Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah, dikutip InfoDigital, Selasa (14/7/2026).

BACA JUGA:Ingat, Pelanggan Seluler Sudah Wajib Registrasi Biometrik

Edwin menjelaskan, inspeksi dilakukan Bersama Kemkomdigi bersama Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) serta operator seluler Telkomsel, Indosat, dan XLSMRT.

"Semua sistem biometrik untuk registrasi sudah berjalan baik. Tidak ada kebocoran, jadi 100% compliance dari tiga operator," tuturnya.

Meski demikian, Kemkomdigi terus melakukan pengawasan untuk memastikan tidak ada lagi praktik penyalahgunaan identitas dalam registrasi pelanggan seluler.

Kemkomdigi juga tidak akan ragu mengambil langkah hukum apabila masih ditemukan penggunaan data pribadi milik orang lain untuk mengaktifkan kartu SIM perdana.

"Kalau masih ada lagi praktik-praktik penyalahgunaan NIK milik orang lain yang digunakan untuk registrasi SIM, kami akan tindak lebih keras. Kami akan bekerja sama dengan Kepolisian RI karena itu bagian dari pencurian data pribadi," tegas Edwin.

BACA JUGA:Indosat Siap Terapkan Registrasi Kartu SIM Baru dengan Verifikasi Biometrik Secara Nasional

Dampak Penjualan

Menurut dia, implementasi registrasi biometrik juga tidak memberikan dampak signifikan terhadap penjualan kartu SIM baru.

Berdasarkan pemantauan, rata-rata penjualan kartu SIM baru harian masih berada pada kisaran 250 ribu hingga 260 ribu kartu secara nasional. Jumlahnya tidak jauh berbeda dibandingkan sebelum penerapan registrasi biometrik.

Karena itu, ia mengapresiasi dukungan operator seluler, para pelaku usaha, serta masyarakat yang telah mendukung kebijakan tersebut.

Kategori :