Jakarta, ID - PT Sarana Menara Nusantara Tbk, emiten pengembang infrastruktur telekomunikasi berkode saham TOWR, resmi menjadi pemegang 2.083.059.300 (51%) saham atau pengdendali dari total modal ditempatkan dan disetor di PT Bach Multi Global (Bach).
Penguasaan 51% saham Bach oleh Sarana Menara dilakukan melalui anak usahanya, yakni PT Global Telekomunikasi Prima (GTP), setelah menambah kepemilikan dengan mengambil alih 1.042.227.300 (25,52%) saham.
Saat ini, 99% saham GTP dikuasai oleh Sarana Menara, baik secara langsung maupun tidak.
Corporate Secretary Sarana Menara Monalisa Irawan menyampaikan, pada 14 Juli 2026, GTP dan PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI) telah menandatangani perjanjian transaksi penutupan terkait perjanjian opsi untuk 25,52% saham Bach yang telah ditandatangani oleh para pihak tanggal 7 Januari 2026.
BACA JUGA:2 Anak Usaha Sarana Menara Utang Rp1 Triliun
Hal itu sesuai keterbukaan informasi yang telah dipublikasikan dalam Prospektus Penawaran Umum Perdana Saham Bach dan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan oleh para pemegang saham Bach, yakni GTP dan BMSI.
“Berdasarkan perjanjian penutupan, BMSI telah setuju untuk menjual dan mengalihkan kepemilikannya atas 1.042.227.300 (25,52%) saham dari total modal ditempatkan dan disetor di Bach kepada GTP,” ungkap Monalisa, dikutip InfoDigital, Rabu (15/7/2026).
Setelah pelaksanaan transaksi tersebut, lanjut dia, GTP pun dikukuhkan secara resmi sebagai pemegang saham pengendali sebesar 51% di Bach karena ada tambahan pengambilalihan 25,52% saham dari BMSI.
GTP, sebagai anak usaha Sarana Menara yang dikuasai secara langsung atau tidak, kini pun menguasai 2.083.059.300 (51%), BMSI 1.093.268.700 (26,77%), serta masyarakat dan lainnya 908.102.000 (22,23%) saham di Bach.
BACA JUGA:Sarana Menara Buyback 296 Juta Saham
Sementara itu, setelah transaksi tersebut, menurut Monalisa, tidak ada perubahan pemegang saham pengendali sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 9 tahun 2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka setelah pelaksanaan Transaksi.
Apalagi, penandatangan transaksi jual-beli saham Bach pada 14 Juli 2026 antara GTP dan BMSI juga lebih sebagai pengukuhan atau penutupan transaksi yang telah disepakati sejak 7 Januari 2026.
“(Karena itu), tidak terdapat juga dampak negatif material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Sarana Menara sehubungan transaksi,” pungkas Monalisa.
Pada perdagangan Selasa (14/7/2026), saham TOWR ditransaksikan menguat Rp4 (1,07%) ke penututupan Rp378. Sahamnya dibuka dari Rp372, serta sempat ke level terendah Rp370 dan tertinggi Rp384. (abm)