Kemenperin Percepat Transformasi Digital Sektor Farmasi Berbasis AI

Senin 20-07-2026,16:15 WIB
Editor : Abdul Muslim

Jakarta, ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong percepatan transformasi digital sektor farmasi nasional berbasis AI untuk memperkuat daya saing industri di tengah dinamika ekonomi global. 

Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui fasilitasi proof of poncept (PoC) solusi industri 4.0 berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pada sektor farmasi yang menjadi salah satu sektor prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, transformasi digital telah menjadi kebutuhan mendesak bagi industri nasional untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing global.

"Akselerasi transformasi digital dan adopsi teknologi canggih seperti AI bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk mendongkrak efisiensi dan daya saing global sektor kimia dan farmasi kita," ujar Menperin, dalam keterangannya, di Jakarta, dikutip InfoDigital, Senin (20/7/2026).

Sebagai tindak lanjut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), melalui Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0), pun terus memperkuat implementasi teknologi digital di sektor manufaktur melalui berbagai program kolaboratif yang melibatkan industri pengguna maupun penyedia teknologi.

BACA JUGA:Indonesia Fokus Dorong Adopsi AI pada 4 Sektor

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menyampaikan, selain meningkatkan kompetensi sumber daya manusia industri, BPSDMI berkomitmen mempercepat implementasi teknologi di lingkungan industri manufaktur.

"PIDI 4.0 memfasilitasi pelaksanaan  PoC sebagai sarana bagi perusahaan untuk menguji kelayakan suatu solusi digital dalam kondisi operasional yang sesungguhnya sebelum diimplementasikan dalam skala yang lebih luas," jelas Doddy.

Gandeng NEC Indonesia

Sebagai bentuk implementasi komitmen tersebut, pada April hingga Juni 2026, BPSDMI memfasilitasi pelaksanaan PoC System Invariant Analytics Technology (SIAT) yang dikembangkan PT NEC Indonesia bersama mitra lokal Bogor Technology. 

Solusi tersebut diimplementasikan oleh PT Kalbe Farma Tbk dengan fokus pada sistem predictive maintenance berbasis AI dan pemantauan kondisi peralatan produksi secara real time.

BACA JUGA:Perusahaan RI Makin Banyak Adopsi AI Generatif

Kegiatan tersebut ditutup melalui agenda Penutupan Fasilitasi PoC Solusi Industri 4.0 yang diselenggarakan di PIDI 4.0 dan turut dihadiri Direktorat Industri Kimia Hilir dan Farmasi, sebagai unit pembina sektor industri farmasi di lingkungan Kemenperin.

Teknologi SIAT memanfaatkan AI dan machine learning untuk melakukan analisis prediktif terhadap kondisi mesin produksi. 

Melalui teknologi tersebut, potensi gangguan peralatan dapat dideteksi lebih dini, sehingga perusahaan mampu mengurangi risiko downtime, meningkatkan keandalan aset, mengoptimalkan kegiatan pemeliharaan, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Kategori :