Jakarta, ID - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan pentingnya penguatan keamanan siber menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kebijakan penapisan investasi (investment screening) di Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN Dr Sulistyo, SSi, ST, MSi, dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Keamanan Ekonomi dan Penapisan Investasi di Aula Apung Perpustakaan Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, baru-baru ini.
Kegiatan diselenggarakan oleh Asean Study Center Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (ASC-LPPSP PISIP UI).
BACA JUGA:RUU Keamanan Siber Harus Jadi Fondasi Kedaulatan Digital Indonesia
FGD itu menjadi ruang dialog strategis untuk membahas pentingnya mekanisme penapisan investasi sebagai upaya menjaga kedaulatan ekonomi nasional di tengah meningkatnya arus investasi global dan pesatnya transformasi digital.
Diskusi menghadirkan Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramila sebagai pemantik diskusi serta Kepala Indonesia Cyber Security Forum Ardi Sutedja.
Turut hadir pula perwakilan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dan sejumlah akademisi.
Dalam paparannya, Dr Sulistyo menekankan bahwa perkembangan ekonomi digital menjadikan data sebagai aset strategis yang memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai keamanan.
Karena itu, setiap pemanfaatan teknologi dalam mendukung investasi harus diiringi dengan penerapan keamanan siber yang memadai guna melindungi investor.
BACA JUGA:BSSN dan Huawei Perkuat Keamanan Siber RI
Dia menyampaikan bahwa data telah menjadi aset yang sangat bernilai dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan transformasi digital.
“Namun, pemanfaatan teknologi yang semakin masif harus selalu diimbangi dengan penguatan keamanan siber agar mampu melindungi kepentingan nasional, menjaga kepercayaan, serta memastikan keberlanjutan pembangunan,” ungkap Dr Sulistyo, dikutip InfoDigital.
Melalui forum tersebut, BSSN juga ingin menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan ekosistem digital nasional yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.
Penguatan keamanan siber diharapkan menjadi fondasi penting dalam setiap kebijakan investasi sehingga transformasi digital Indonesia dapat berjalan secara aman, meningkatkan kepercayaan investor, serta menjaga kedaulatan ekonomi nasional. (bdm)