Bagi Bagus Satrio, perwakilan Tim Outliers, pengalaman mengikuti Samsung Innovation Campus mengubah cara pandangnya terhadap AI, dari sekadar alat bantu pekerjaan menjadi sarana untuk menciptakan solusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dia bercerita, sebelum mengikuti Samsung Innovation Campus, menggunakan AI sebagai tools dalam beberapa proyek, tetapi belum benar-benar memahami bagaimana membangun solusi AI secara end-to-end untuk menyelesaikan permasalahan nyata.
“Di Samsung Innovation Campus, kami belajar bahwa AI bukan hanya soal model dengan akurasi tinggi, melainkan bagaimana AI dipadukan dengan IoT, embedded system, dan kebutuhan pengguna, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tutur Satrio. (lmm)