Sementara itu, total pendapatan segmen B2B Infrastructure tumbuh 19,0% YoY menjadi Rp33,1 triliun pada semester I-2026, dengan pendapatan eksternal meningkat 4,9% YoY menjadi Rp4,7 triliun.
Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan pendapatan data, internet, dan IT service.
Pada bisnis menara telekomunikasi dan fiber-to-the-tower (FTTT), Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp4,7 triliun, atau tumbuh 2,1% YoY, dengan tower-related business tetap menjadi penopang utama pendapatan.
Selanjutnya, pada Segmen B2B ICT, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp7,3 triliun, tumbuh 35,7% dibandingkan kuartal sebelumnya (quartal on quartal/QoQ) meskipun masih terdampak oleh proses restrukturisasi portofolio dan streamlining yang tengah berlangsung.
Pada segmen International Business, pendapatan tercatat sebesar Rp5,7 triliun pada periode ini. Ini seiring pergeseran portofolio bisnis menuju layanan konektivitas dan solusi digital dengan margin yang lebih tinggi serta berkurangnya ketergantungan pada bisnis traditional voice hubbing. (lmm)