Jakarta, ID - CoreWeave Inc, Perusahaan penyedia layanan cloud untuk AI yang berkantor pusday di New Jersey, Amerika Serikat, mengumumkan ekspansi pembangunan 3 pusat data (date center) di Indonesia. Pusat dsata ini menjadi yang pertama bagi perusahaan di kawasan Asia-Pasifik.
Ekspansi penambahan 3 fasilitas data center baru CoreWeave tersebut punya total daya kontrak TI sebesar 360 megawatt (MW) dan diharapkan bisa mulai beroperasi tahun 2028.
CoreWeave pun akan mengoperasikan lingkungan komputasi pada data center di Indonesia itu guna menghadirkan layanan bagi platform cloud AI, perusahaan rintisan (startup), dan pelanggan perusahaan di kawasan Asia Tenggara.
BACA JUGA:230 Juta Pengguna Internet Penopang Ekonomi Digital RI
Kepala Operasional CoreWeave Sachin Jain mengatakan, langkah CoreWeave memasuki pasar Indonesia dan Asia Tenggara mencerminkan pergeseran investasi CoreWeave serta memperluas kemampuan perusahaan untuk melayani para pelopor AI di kawasan Asia-Pasifik.
CoreWeave akan hadir di mana pun dapat memberikan para pionir AI guna meningkatkan kapasitas, kinerja, dan keandalan yang dibutuhkan untuk membangun dan mengembangkan ide-ide.
“Indonesia berinvestasi besar-besaran dalam pendidikan AI dan kapasitas digital, dan hal itu membuahkan hasil. Negara ini menjadi salah satu destinasi investasi teknologi global dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara,” ungkap Sachin, dikutip InfoDigital, Rabu (5/8/2026).
Sekarang, lanjut dia, ekspansi tersebut memberikan perusahaan, perusahaan berbasis AI, dan pemerintah lebih banyak daya komputasi secara lokal dan global, di mana pun mereka membutuhkannya, untuk mengubahnya menjadi keunggulan kompetitif.
Pembangunan 3 data center tersebut guna menjawab permintaan layanan cloud AI yang meningkat pesat di Asia Tenggara, jauh melampaui pasar AS dan Eropa yang saat ini menjadi basis CoreWeave.
Di kawasan Asia, perusahaan, perusahaan berbasis AI, dan pemerintah makin membutuhkan layanan komputasi AI yang berlokasi dekat dengan data dan pengguna, didorong oleh beban kerja yang makin sensitif terhadap latensi dan persyaratan lokalisasi data.
BACA JUGA:Pemerataan Internet Tak Lagi Andalkan Menara BTS
Infrastruktur Digital RI
Investasi pusat data di Indonesia itu juga disebut mendukung prioritas nasional Indonesia untuk memperkuat infrastruktur digitalnya, memperluas kemampuan AI domestik, dan memposisikannya sebagai pusat ekonomi digital regional terkemuka.
Selain pembangunan fisik, CoreWeave berencana untuk membangun dan melatih tim di lapangan di Indonesia untuk mengoperasikan fasilitas baru tersebut, mendukung pengembangan talenta teknis lokal sebagai bagian dari ekspansi.
Fasilitas di Indonesia akan menambah jejak infrastruktur global CoreWeave yang berkembang pesat.