Malware Spionase RAT GoSerppent Incar Rahasia Pemerintah di Asean

Rabu 05-08-2026,18:00 WIB
Editor : Abdul Muslim

Jakarta, ID - Kaspersky, perusahaan konsultan dan penyedia solusi keamanan siber global asal Rusia, menemukan adanya malware spionase Trojan Akses Jarak Jauh (Remote Access Trojan/RAT) GoSerpent yang menargetkan entitas pemerintah dan diplomatik di Asia Tenggara. 

Kaspersky pun menggarisbawasi bahwa kemunculan malware RAT GoSerpent sebagai tanda pelaku ancaman pada pemeliharaan akses data rahasia negara dan aktif dalam pengumpulan data intelijen.

Pada Juli 2026, para peneliti dari tim Riset dan Analisis Global Kaspersky (GReAT) mengidentifikasi, GoSerpent, mewakili ancaman canggih dan adaptif berfokus pada pengumpulan dan eksfiltrasi data sensitif. 

Menurut para peneliti, keberhasilan operasi tersebut bergantung pada serangkaian alat disesuaikan, termasuk backdoor GoSerpent, Stowaway, dan TmcLoader, yang mencerminkan tingkat kemampuan teknis dan perencanaan operasional canggih.

BACA JUGA:Universitas Telkom dan Kaspersky Buka Pendaftaran Pelatihan dan Lomba Keamanan Siber

Komponen utama dari ancaman tersebut adalah backdoor GoSerpent canggih yang dilaporkan telah aktif setidaknya sejak 2021, dengan varian terbaru yang diketahui dikerahkan pada tahun 2026. 

Malware itu menggabungkan mekanisme persistensi yang kuat dan menggunakan nama fail yang meniru proses sistem sah untuk mengurangi kemungkinan deteksi.

“Komponen paling menonjol dari GoSerpent adalah waktu tinggal yang diatur sedemikian rupa. Biasanya, penyerang ingin bergerak cepat begitu mereka mendapatkan pijakan, tetapi kelompok ini memasang backdoor awal dan menunggu,” ungkap Peneliti Keamanan Utama di Kaspersky GReAT Noushin Shabab, dikutip InfoDigital, Rabu (5/8/2026). 

Mereka bekerja dengan membiarkan keadaan tenang selama berminggu-minggu sebelum alat eksfiltrasi sekunder, seperti TmcLoader, disebarkan untuk mengincar data diplomatik. 

Kesabaran semacam itu merupakan langkah yang dirancang untuk bertahan lebih lama dari kebijakan retensi log standar dan pemindaian keamanan otomatis.

“Itu  sangat sulit bagi para ahli keamanan untuk menghubungkan dan mendeteksi antara infeksi awal dengan pencurian data yang terjadi kemudian,” tutur Noushin.

BACA JUGA:Indonesia Gelar Kompetisi Keamanan Siber Global

Saran Kaspersky

Para peneliti Kaspersky pun mencurigai adanya hubungan antara kampanye GoSerpent dan aktor ancaman TetrisPhantom berdasarkan kesamaan viktimologi, kemampuan teknis, dan metode operasional. Hanya saja, meskipun ada modus kesamaan, penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk secara definitif mengaitkan kampanye negative tersebut.

Untuk menjaga data kantor diplomatik dan pemerintah tetap aman, para ahli Kaspersky GReAT pun merekomendasikan beberapa hal sebagai berikut.

Kategori :