Jakarta, ID – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) mulai memanfaatkan tambahan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk memperluas jangkauan sekaligus meningkatkan kapasitas layanan 5G di Indonesia.
Pemanfaatan spektrum baru tersebut menjadi bagian dari strategi XLSMART dalam memperkuat infrastruktur konektivitas digital nasional.
Perusahaan juga menempatkan tambahan spektrum sebagai fondasi untuk memperluas manfaat teknologi 5G kepada masyarakat dan dunia usaha.
XLSMART sebelumnya telah memenangi lelang frekuensi 700 MHz pada blok 30 MHz (2x15 MHz) serta frekuensi 2,6 GHz pada blok 50 MHz. Penetapan hasil lelang dilakukan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid pada Juli 2026.
BACA JUGA:Pemenang Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Ditugasi Bangun Akses Internet 538 Desa
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART Merza Fachys mengatakan, pengembangan jaringan 5G harus diarahkan pada manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
“Bagi kami, keberhasilan 5G bukan hanya diukur dari berapa banyak kota atau BTS yang terhubung,” ujar Merza, dikutip InfoDigital, Sabtu (15/8/2026).
Menurut dia, keberhasilan layanan 5G juga dapat dilihat dari kemampuan konektivitas tersebut dalam membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan publik, peluang usaha, hingga peningkatan produktivitas.
Merza menambahkan, ketersediaan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz memberikan peluang bagi industri telekomunikasi untuk mempercepat pemerataan konektivitas sekaligus membangun ekosistem 5G di Indonesia.
“XLSMART siap mengambil bagian dalam mendukung agenda pemerintah untuk memperkuat konektivitas dan ekosistem digital nasional,” tuturnya.
BACA JUGA:XLSMART Akselerasi Pemerataan Akses Internet 4G dan 5G
700 MHz dan 2,6 GHz Punya Fungsi Berbeda
Menurut Merza, kedua pita frekuensi tersebut memiliki karakteristik yang dapat saling melengkapi dalam pengembangan jaringan 5G.
Frekuensi 700 MHz memiliki jangkauan yang relatif luas dan kemampuan penetrasi sinyal yang lebih baik. Karakteristik ini membuatnya sesuai untuk mendukung perluasan cakupan jaringan, termasuk ke wilayah yang membutuhkan jangkauan lebih jauh.
Sementara itu, frekuensi 2,6 GHz menawarkan kapasitas jaringan yang lebih besar sehingga dapat digunakan untuk mengakomodasi kebutuhan data tinggi.