BSSN dan ADIGSI Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Keamanan Siber

Senin 17-08-2026,15:00 WIB
Editor : Abdul Muslim

Jakarta, ID – Penguatan keamanan siber dengan menjalin kolaborasi dan kerja sama menjadi bagian penting dalam percepatan transformasi digital di Indonesia. 

Menjawab kebutuhan tersebut, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bersama Asosiasi Digitalisasi dan Transformasi Indonesia (ADIGSI) memperkuat sinergi melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).

Kesepakatan tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong terciptanya ekosistem digital nasional yang lebih aman, tangguh, dan terpercaya. 

Penandatanganan MoU berlangsung dalam rangkaian kegiatan Hari Ketahanan Keamanan Siber – INTI 2026 di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Acara tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi, Ketua Umum ADIGSI Firlie Ganinduto, anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan, Sekretaris Utama BSSN Soetedjo Joewono, serta Deputi Bidang Strategi dan Kebijakan Keamanan Siber dan Sandi BSSN R Tjahjo Khurniawan.

Perwakilan pemerintah dan lembaga, pelaku industri, asosiasi, akademisi, komunitas, serta berbagai pihak yang berkepentingan terhadap perkembangan keamanan siber nasional juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

BACA JUGA:BSSN Dorong Penguatan Keamanan Siber dalam Investasi

BSSN Tekankan Pentingnya Teknologi yang Aman

Dalam kesempatan itu, Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi pun menyoroti pentingnya memastikan seluruh teknologi yang digunakan dalam proses transformasi digital telah memenuhi aspek keamanan. 

Menurutnya, keamanan sistem informasi tidak cukup hanya berdasarkan persepsi atau klaim dari pihak tertentu.

“Sudah saatnya kita memastikan perangkat TI (teknologi informasi) dan aplikasi yang digunakan benar-benar aman, tidak terasa aman atau diklaim aman,” ujar Nugroho, seperti dikutip InfoDigital.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penerapan keamanan siber perlu dilakukan secara nyata dan terukur. 

Seiring semakin luasnya pemanfaatan teknologi digital, perlindungan terhadap perangkat, aplikasi, sistem, serta data menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari proses transformasi digital.

Nugroho juga menilai keamanan siber bukan lagi sekadar pilihan bagi organisasi maupun pelaku usaha. Aspek tersebut telah menjadi investasi wajib untuk menjaga keberlangsungan dan kepercayaan dalam ekosistem digital.

BACA JUGA:RUU Keamanan Siber Harus Jadi Fondasi Kedaulatan Digital Indonesia

Kategori :