Telkom Enterprise Bidik Kontribusi 30% terhadap Pendapatan Konsolidasi

Senin 17-08-2026,17:00 WIB
Editor : Abdul Muslim

Jakarta, ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat bisnis Telkom Enterprise sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru perusahaan. 

Segmen bisnis yang menyasar pelanggan korporasi (enterprise) atau bussines to bussines (B2B) pun diproyeksikan mampu memberikan kontribusi hingga 20%–30% terhadap total pendapatan konsolidasi Telkom.

Saat ini, bisnis enterprise Telkom baru menyumbang sekitar 11% pendapatan, dengan nilai mencapai kurang lebih Rp19 triliun. 

Angka tersebut dinilai masih memiliki peluang untuk ditingkatkan, terutama jika melihat perkembangan perusahaan telekomunikasi global yang rata-rata memperoleh 20–30% atau lebih pendapatannya dari segmen enterprise.

Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine mengatakan, transformasi bisnis dan organisasi menjadi faktor penting untuk mengoptimalkan potensi tersebut. 

Menurut dia, Telkom Enterprise memiliki ruang yang besar untuk meningkatkan pertumbuhan sekaligus profitabilitas perusahaan.

“Dengan transformasi yang tepat, kami optimistis Telkom Enterprise memiliki potensi untuk tumbuh lebih kuat, meningkatkan profitabilitas, sekaligus menjadi salah satu motor pertumbuhan Telkom ke depan,” ujar Veranita, dikutip InfoDigital, Senin (17/8/2026).

BACA JUGA:Semester I, Laba Telkom Tembus Rp10 Triliun

Pernyataan tersebut disampaikan dalam diskusi strategis mengenai pengembangan Telkom Enterprise bersama Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria serta Managing Director Business-2 Danantara Setyanto Hantoro.

Telkom Perkuat Bisnis Digital B2B

Sebagai perusahaan telko digital terbesar di Indonesia, Telkom memiliki infrastruktur dan kapabilitas digital yang dapat mendukung kebutuhan transformasi pemerintah, BUMN, maupun sektor swasta. 

Melalui Telkom Enterprise, kemampuan tersebut dikembangkan menjadi berbagai solusi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan korporasi.

Penguatan segmen enterprise juga menjadi bagian dari strategi TLKM 30. Telkom melakukan penataan dan restrukturisasi Telkom Enterprise untuk memperbaiki struktur organisasi, memperkuat tata kelola, serta menyederhanakan proses bisnis.

Langkah tersebut diarahkan agar bisnis B2B Telkom menjadi lebih efisien, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pasar. 

Sinergi dengan Danantara turut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapabilitas digital nasional di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat.

Kategori :