Hal ini menjadi semakin penting ketika satu sistem AI dapat berinteraksi dengan sistem AI lainnya untuk menjalankan proses tertentu, termasuk yang berkaitan dengan aktivitas finansial.
Komdigi saat ini telah memiliki Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial sebagai salah satu acuan pemanfaatan AI secara bertanggung jawab.
Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional dan panduan etika AI untuk memperkuat kerangka tata kelola kecerdasan artifisial di Indonesia.
“Ini sedang dalam proses untuk bisa ditetapkan menjadi peraturan presiden bersama dengan panduan untuk etika artificial intelligence,” jelas Nezar.
Kompetensi Talenta Keuangan Ikut Berubah
Perkembangan teknologi AI juga berdampak pada kebutuhan kompetensi sumber daya manusia di sektor jasa keuangan.
Menurut Nezar, talenta di era AI tidak cukup hanya memahami cara menggunakan teknologi. Mereka juga perlu memiliki pemahaman mengenai tata kelola data, manajemen risiko AI, keamanan siber, etika, dan akuntabilitas.
“Talenta yang unggul di era AI ini bukan hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi mereka juga harus mampu memastikan teknologi tetap berpihak pada manusia,” ungkapnya.
Kebutuhan tersebut menjadi semakin relevan seiring meningkatnya penggunaan AI dalam proses bisnis dan pengambilan keputusan di sektor keuangan.
BACA JUGA:Meta Soroti Peran AI dalam Mendorong Pertumbuhan Bisnis dan Platform
Komdigi dan OJK Dorong Kolaborasi
Pemerintah juga melihat perlunya kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan pemanfaatan AI di industri keuangan tetap aman tanpa menghambat inovasi.
Menurut Nezar, kerja sama kedua lembaga dapat mencakup penyelarasan prinsip tata kelola AI, pengembangan kompetensi talenta, serta pengujian berbagai inovasi melalui mekanisme sandbox lintas sektor.
“Kolaborasi antara Komdigi dan OJK inilah yang akan menjadi tulang punggung ekosistem keuangan digital yang inovatif sekaligus aman,” tandasnya.
Regulasi Agentic AI untuk Lindungi Konsumen
Bagi masyarakat, pengaturan agentic AI menjadi semakin penting karena sistem tersebut berpotensi berhubungan langsung dengan transaksi keuangan, layanan finansial, data pribadi, dan akses terhadap produk keuangan.