BSSN dan Bawaslu Perkuat Keamanan Siber Pengawasan Pemilu

Sabtu 12-09-2026,12:31 WIB
Editor : Abdul Muslim

Jakarta, IDBadan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) kembali memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan siber/digital untuk mendukung pengawasan pemilihan umum (pemilu).

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam kegiatan bertajuk “Sinergi Bawaslu dan BSSN: Memperkuat Keamanan Digital dalam Tata Kelola Pengawasan Pemilu” yang berlangsung di Gedung A Bawaslu, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026).

Kerja sama itu menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola keamanan siber dan persandian, sekaligus memastikan pemanfaatan teknologi digital dalam pengawasan pemilu dapat berlangsung secara aman, andal, dan berintegritas.

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan, perkembangan teknologi digital kini menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemilu. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut juga menghadirkan tantangan keamanan yang harus diantisipasi sejak dini.

“Keamanan digital merupakan bagian dari tata kelola kelembagaan dan upaya menjaga kepercayaan publik, sehingga diperlukan kolaborasi dan mitigasi sedini mungkin untuk mewujudkan pemilu yang aksesibel, transparan, dan kredibel,” ujar Rahmat, dikutip InfoDigital.

BACA JUGA:BSSN dan Huawei Perbarui MoU Keamanan Siber

Sementara itu, Sekretaris Utama BSSN Soetedjo Joewono yang mewakili Kepala BSSN menyampaikan bahwa kompleksitas ancaman siber membutuhkan kesiapan menyeluruh. 

Menurutnya, pengamanan tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga harus didukung oleh kesiapan sumber daya manusia dan proses kerja yang tepat.

Ia menekankan pentingnya penguatan aspek people, process, dan technology dalam membangun kemampuan pencegahan, deteksi, respons, hingga pemulihan ketika terjadi insiden siber.

“Kolaborasi BSSN dan Bawaslu juga diperlukan untuk memperkuat pengamanan siber dan sandi, pertukaran informasi, serta respons insiden guna mendukung pemilu yang aman, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil,” tutur Soetedjo.

Keamanan Sistem dan Perlindungan Data Jadi Perhatian

Dalam kesempatan tersebut, Soetedjo juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan sistem dan data yang digunakan dalam mendukung aktivitas kelembagaan.

Sejumlah langkah dasar seperti melakukan pembaruan sistem secara berkala, menggunakan aplikasi tepercaya, menjaga keamanan kredensial, serta melindungi data dinilai menjadi bagian penting dari upaya memperkuat keamanan siber.

“Keamanan siber bukan sekadar dirasakan, tetapi harus dipastikan,” pungkasnya.

Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut sekaligus memperbarui kerja sama BSSN dan Bawaslu yang sebelumnya berlaku untuk periode Agustus 2021 hingga Agustus 2026.

Kategori :