Beberapa di antaranya terkait penipuan memalsukan sebagai dana pensiun ke pensiunan yang umumnya tidak menyadari datanya bocor dan relatif mudah ditipu karena gaptek.
Kedua, penyalahgunaan data indentitas baik untuk pembukaan rekening bodong, pinjol dan aktivitas jahat lainnya.
Ketiga, rekayasa sosial menggunakan data NDA yang bocor baik ke vendor maupun pihak terkait.
Keempat, phishing tertarget ke bagian HR atau Finance menggunakan data dan nama asli. (abm)