Kebutuhan terhadap edukasi dan layanan manajemen berat badan juga tidak terlepas dari persoalan obesitas di Indonesia.
Berdasarkan data Cek Kesehatan Gratis yang dikutip dalam materi Halodoc, jumlah penderita obesitas di Indonesia telah mencapai lebih dari 11 juta orang hingga 2026.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pengembangan layanan kesehatan digital yang memberikan akses lebih mudah bagi masyarakat untuk memperoleh konsultasi dan pendampingan terkait pengelolaan berat badan.
Dengan dukungan teknologi digital, masyarakat dapat memperoleh akses terhadap layanan kesehatan tanpa harus selalu datang secara langsung ke fasilitas kesehatan.
Pengalaman Adit Insomnia Ikut Program
Halodoc juga membagikan pengalaman Adit Insomnia, seorang public figure yang menjalani perjalanan pengelolaan berat badan melalui berbagai pendekatan, termasuk bersama Halofit.
Dalam kurun waktu sekitar tujuh tahun, berat badan Adit sempat bertambah hingga 18 kilogram. Setelah menjalani proses pengelolaan berat badan bersama Halofit, ia berhasil menurunkannya 10–12 kilogram.
Menurut Adit, pendampingan tim medis membuat proses yang dijalaninya menjadi lebih terarah.
Program tersebut tidak hanya berorientasi pada penurunan berat badan, tetapi juga membantu dirinya memahami perubahan yang perlu dilakukan dalam keseharian.
“Selain itu, solusinya sangat efektif karena tidak hanya didampingi, tetapi saya juga mendapatkan meal plan yang dipersonalisasi sesuai dengan berat badan dan kondisi tubuh saya,” tutur Adit.
Salah satu hal yang dirasakan membantu adalah adanya meal plan yang dipersonalisasi berdasarkan berat badan dan kondisi tubuh.
Tips Jaga Berat Badan Berkelanjutan
Dokter spesialis gizi klinik dan mitra dokter spesialis Halodoc, dr Karina Marcella Widjaja, SpGK, menjelaskan bahwa pengelolaan berat badan perlu dilakukan dengan melihat kondisi tubuh secara menyeluruh.
Menurutnya, beberapa indikator yang dapat diperhatikan antara lain:
• berat badan;
• indeks massa tubuh atau BMI;