Jakarta, ID – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) akan menyampaikan laporan keuangan kuartal III tahun buku 2026 yang telah diaudit melalui penelaahan terbatas oleh akuntan publik.
Rencana tersebut disampaikan i XLSMART, Cut Fika Lutfi, melalui surat kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai bagian dari keterbukaan informasi perusahaan.
Dalam keterbukaan informasi tersebut, manajemen menyatakan bahwa laporan keuangan XLSMART untuk periode kuartal III 2026 akan ditelaah secara terbatas oleh akuntan publik.
“Dengan ini disampaikan, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk akan melakukan penyampaian kaporan keuangan kuartal III untuk tahun buku 2026 yang ditelaah secara terbatas oleh akuntan publik,” ujar Cut Fika, dikutip InfoDigital, Rabu (30/9/2026).
Langkah tersebut pun akan menjadi perhatian karena laporan keuangan kuartal II-2026 XLSMART juga telah melalui proses audit atau penelaahan oleh akuntan publik.
BACA JUGA:XLSMART Gelar RUPSLB 12 Oktober untuk Perubahan Komisaris
XLSMART Perkuat Transparansi Laporan Keuangan
Cut Fika tidak menjelaskan alasan khusus di balik penelaahan terbatas laporan keuangan XLSMART kuartal III-2026.
Namun, proses tersebut dapat menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga kualitas pelaporan keuangan dan transparansi informasi kepada investor setelah proses merger antara PT XL Axiata Tbk dan PT Smartfren Telecom Tbk rampung pada Mei 2025.
Dengan proses penelaahan oleh akuntan publik, laporan keuangan perusahaan diharapkan memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai kondisi keuangan dan operasional XLSMART selama sembilan bulan pertama 2026.
Penelaahan oleh akuntan publik pun menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan terkait jadwal publikasi laporan keuangan kuartal III 2026.
Sesuai ketentuan yang berlaku di pasar modal, perusahaan tercatat memiliki batas waktu tertentu untuk menyampaikan laporan keuangan berkala kepada publik setelah periode pelaporan berakhir.
Kinerja XLSMART di Tengah Persaingan
XLSMART menjalankan bisnis di tengah persaingan industri telekomunikasi Indonesia yang semakin ketat. Setelah merger, kinerja keuangan dan operasional perusahaan menjadi salah satu aspek yang terus diperhatikan oleh investor.
Dalam beberapa periode pelaporan, perusahaan mencatatkan laba bersih, sehingga perkembangan kinerja pada kuartal III-2026 akan menjadi salah satu informasi penting bagi pasar.