Jakarta, ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, emiten telko digital terbesar di Tanah Air dengan kode saham TLKM, resmi mengalihkan segmen usaha wholesale fiber connectivity ke dalam PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF).
Hal tersebut disetujui oleh pemegang saham melalui mekanisme rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta pada Rabu, 30 September 2026.
SVP Corporate Secretary Edie Kurniawan menyampaikan, Telkom telah remsi melakukan penandatanganan akta pemisahan segmen usaha wholesale fiber connectivity ke dalam PT TIF.
“Dapat kami sampaikan informasi sebagai berikut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, jenis informasi penandatanganan akta pemisahan segmen usaha wholesale fiber connectivity oleh Telkom ke dalam PT TIF, tanggal kejadian 30 September 2026,” ujar Edie, dikutip InfoDigital.
BACA JUGA:Dian Siswartini Dicopot dari Dirut Telkom, Simak Susunan Lengkap Direksi dan Komisaris
Edie menyampaikan informasi materiil Telkom tersebut melalui surat yang ditujukan kepada Otoritas Jasa Keuangan serta ditembuskan ke Bursa Efek Indonesia.
Edie menjelaskan, peningkatan modal TIF yang dihasilkan dari pemisahan usaha dari Telkom tersebut diharapkan akan berlaku efektif mulai tanggal 1 Oktober 2026.
Hal itu akan efektif setelah proses perolehan persetujuan dan penyampaian pemberitahuan perubahan anggaran dasar TIF kepada Kementerian Hukum Republik Indonesia tuntas.
BACA JUGA:Telkom Kini Kuasai 100% Saham TelkomSigma Lewat Akuisisi 19,19% Saham yang Dimiliki TDE
Sementara itu, dampak dari peningkatan modal TIF sebagai dampak pemisahan dari Telkom, kepemilikan saham TIF yang dimiliki perseroan akan meningkat dari 99,9999997% menjadi 99,9999999%.
Di sisi lain, pemisahan segmen usaha itu dari Telkom menurunkan kepemilikan saham PT Multimedia Nusantara di TIF yang sebelumnya sebesar 0,0000003% menjadi hanya 0,0000001%.
Sebagai informasi terakhir, PT TIF merupakan perusahaan yang dikendalikan oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dengan kepemilikan saham sebelum selesainya transaksi pemisahan sebesar 99,9999997% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor TIF. (bdm)