Di sisi lain, saham IMBS, sebagai pengendali baru Triasmitra, kini 100% dikuasai oleh Sinas Mas Group yang disebut dengan atas nama pemilik manfaat akhir Franky Oesman Widjaja.
Sebanyak 99% saham IMBS dikuasai oleh Sinar Mas Group atas nama PT DSST Mas Gemilang dan sisanya, 1% dimiliki oleh PT Sinarmas Sukses Sejahtera.
Pertahankan Free Float dan Harga Saham
Henry melanjutkan, saat ini, tingkat kepemilikan pubik (free float) saham KETR di Bursa Efek Indonesia masih berada di atas batas minimum sebagaimana dipersyaratkan dalam Peraturan Bursa No. I-A yang berlaku.
Bursa Efek Indonesia telah menetapkan bahwa kepemilikan saham masyarakat bagi perusahaan publik naik menjadi 15% secara bertahap efektif sejak 31 Maret 2026.
Sementara itu, jika kita lihat ke komposisi kepemilikan saham KETR per 1 Oktober 2026, saham masyarakat/publik sebanyak 1.057.869.634 (37,23%), atau di atas ketentuan Bursa Efek Indonesia.
“Perseroan akan terus melakukan pemantauan terhadap komposisi kepemilikan saham dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mempertahankan ketentuan free float sesuai ketentuan bursa yang berlaku,” tutur Henry.
Pada perdagangan Senin (5/10/2026), saham KETR ditransaksikan melemah Rp5 (0,53%) ke penutupan Rp930. Sahamnya dibuka dari Rp945, serta sempat ke posisi tertinggi Rp960 dan terendah Rp905. (abm)