Waduh, Laba Bersih Telkom Turun 9,4%

Kamis 31-10-2024,06:00 WIB
Reporter : redaksi
Editor : redaksi

<strong>Jakarta, ID</strong> - <a href="https://infodigital.co.id/telkom-perkuat-layanan-data-center-neutradc/"><strong>PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk</strong></a>, perusahaan telekomunikasi digital terbesar Indonesia dengan kode saham TLKM, telah membukukan laba bersih tahun berjalan Rp 17,7 triliun pada 2024 hingga kuartal III atau September, turun 9,4% dari perode sama tahun sebelumnya Rp 19,49  triliun. Laba tersebut diperoleh dari total pendapatan <a href="https://infodigital.co.id/telkom-ajak-masyarakat-ikut-kompotisi-lingkungan/"><strong>Telkom</strong></a> yang mencapai Rp 112,2 triliun, tumbuh positif tipis sebesar 0,9% dibandingkan periode tahun 2023 hingga September (<em>year on year</em>/YOY) Rp 111,23 triliun, setelah dkurangi semua biaya dan pajak. “Laba bersih yang dibukukan Telkom pun Rp 17,7 triliun, dengan margin laba bersih sebesar 15,8% pada periode tersebut,” ungkap Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah, dalam info memo laporan keuangan sembilan bulan Telkom 2024, dikutip <a href="https://infodigital.co.id/"><strong><em>InfoDigital.co.id</em></strong></a>, Kamis (31/10/2024). Lebih terperinci, pendapatan konsolidasi terbesar Telkom tersebut dikontribusi dari layanan data serta jasa internet dan teknologi informasi (TI) Rp 67,91 triliun, meningkat 7,2% dari sebelumnya Rp 63,36 triliun. Selanjutnya, pendapatan dari IndiHome, yang kini dikelola oleh Telkomsel, senilai Rp 19,62 triliun, turun 9,9% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 21,78 triliun. Kemudian, bisnis <em>legacy</em> yang terdiri atas SMS serta suara berbasis seluler dan kabel (<em>fixed and cellular voice</em>) terus turun 27% menjadi Rp 7,89 triliun dari sebelumya Rp 10,81 triliun. Telkom juga masih membukukan pendapatan interkoneksi Rp 6,87 triliun, naik 3,7% dari sebelumnya Rp 6,62 triliun. Terakhir, pendapatan layanan telekomunikasi lain dan jaringan Rp 9,91 triliun, naik 14,7% dari sebelumnya Rp 8,64 triliun. Selanjutnya, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (<em>earning before interest, taxes, depreciation, and amortization</em>/EBITDA) Telkom mencapai Rp 56,6 triliun, dengan margin EBITDA sebesar 50,5%. “Dengan memperhitungkan program pensiun dini (<em>early retirement program</em>/ERP), EBITDA perseroan yang dinormalisasi turun sebesar 2,1% YoY dan margin EBITDA yang dinormalisasi menjadi 51,5% YoY,” tutur Ririek. Jika memperhitungkan <em>mark-to-market</em> (dari investasi di GoTo, ERP, dan aset <em>unlocking</em> Telkomsel), laba bersih operasional Telkom turun 5,1% YoY dengan margin laba bersih operasional sebesar 16,6% YoY. <strong>Kontribusi Telkomsel </strong> Sementara itu, Telkomsel mencatat pertumbuhan pendapatan konsolidasi yang positif dengan tingkat profitabilitas yang sehat didukung oleh pertumbuhan bisnis digital sebesar 2,5% YoY. Telkomsel berhasil membukukan pendapatan Rp 85,21 triliun, naik 16,4% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 73,19 triliun. Pendapatan dikontribusi bisnis <em>legacy</em> Rp 6,59 triliun, bisnis digital Rp 58,76 triliun, dan IndiHome Rp 19,84 triliun.

Tags :
Kategori :

Terkait