dr Rony Hadirkan Inovasi AI untuk Deteksi Dini Pasien Gagal Jantung
Dr dr Rony M Santoso, SpJP (kanan). (Dok Primaya Hospital Tangerang)--
Jakarta, ID - Dr dr Rony M Santoso, SpJP telah berinovasi mengembangkan solusi berbasis teknologi AI yang berpotensi membantu deteksi dini pasien gagal jantung berisiko tinggi yang disebut Novel Auscultation Device of Artificial Intelligence for Heart Failure (NAVI-HF).
NAVI-HF mampu menganalisis suara paru berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu dokter mengidentifikasi pasien yang berisiko mengalami perburukan sebelum pulang dari rumah sakit.
dr Rony, yang kini berpraktek di Primaya Hospital Tangerang, menjelaskan bahwa tujuan utama NAVI-HF bukan menggantikan dokter. Solusi AI ini menjadi alat bantu yang mempermudah identifikasi pasien jantung berisiko tinggi, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih dini.
Menurut dia, salah satu tantangan terbesar dalam penanganan gagal jantung adalah memastikan kondisi pasien benar-benar stabil sebelum pulang dari rumah sakit.
“NAVI-HF kami kembangkan untuk membantu dokter mengidentifikasi pasien yang masih berisiko mengalami perburukan melalui alat yang sederhana, portabel, dan didukung teknologi AI,” ujar dr Rony, dikutip InfoDigital, Rabu (15/7/2026).
BACA JUGA:4 Gaya Hidup Tak Sehat Penyebab Penyakit Jantung
Dengan demikian, lanjut dia, pasien yang membutuhkan pemantauan lebih ketat dapat dikenali lebih awal sehingga terapi dapat disesuaikan sebelum terjadi komplikasi.
Dr dr Rony M Santoso, SpJP, SubSpKI(K), FIHA, dokter spesialis jantung, sub spesialis konsultan kardiovaskular intervensi, konsultan kedokteran vascular, telah mengembangkan solusi NAVI-HF.
NAVI-HF merupakan sebuah alat berbasis AI yang dirancang untuk membantu dokter mendeteksi tanda-tanda kongesti paru melalui analisis suara rongga dada secara lebih praktis, cepat, dan objektif.
Penelitian tersebut merupakan bagian dari disertasi doktoralnya di Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia.
Berbeda dengan Stetoskop dan Performa
Berbeda dengan stetoskop konvensional, NAVI-HF merekam suara dada dari lima titik pemeriksaan selama kurang lebih satu menit.
Rekaman tersebut, kemudian dianalisis menggunakan algoritma AI untuk mengidentifikasi apakah pasien masih memiliki tanda-tanda kongesti paru yang berisiko menyebabkan perburukan gagal jantung setelah pulang dari rumah sakit.
Berdasarkan penelitian terhadap 246 pasien gagal jantung akut, NAVI-HF menunjukkan performa diagnostik yang baik dengan akurasi 86%, sensitivitas 91%, dan spesifisitas 82% dibandingkan Lung Ultrasound sebagai standar acuan.