Transformasi Digital Harus Dilakukan Tuntas 360 Derajat

Transformasi Digital Harus Dilakukan Tuntas 360 Derajat

Dirjen Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat. (Dok Kemkomdigi) --

Jakarta, ID - Tranfsormasi digital harus dilakukan secara menyeluruh, atau 360 derajat agar benar-benar menghasilkan manfaat, baik ekonomi dan sosial-budaya bagi masyarakat di Tanah Air.

Transformasi digital Indonesia tidak cukup hanya dengan membangun jaringan telekomunikasi, pusat data, dan menghadirkan layanan/aplikasi digital.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Edwin Hidayat menegaskan, pembangunan digital di Tanah Air harus dilakukan secara menyeluruh atau 360 derajat agar benar benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

"Fondasinya harus terhubung, ekosistemnya harus mampu tumbuh, dan setiap lapisannya harus tetap terjaga agar digitalisasi berlangsung aman dan terpercaya," ujar Edwin, saat mewakili Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, dalam acara Digital Transformation Indonesia Conference and Expo (DTI-CX) 2026 di Jakarta Pusat, dikutip InfoDigital, Kamis (6/8/2026).

BACA JUGA:230 Juta Pengguna Internet Penopang Ekonomi Digital RI

Menurut Edwin, pemerintah, melalui Kemkomdigi, kini menggeser fokus pembangunan dari sekadar memperluas cakupan jaringan menuju konektivitas yang memberi dampak bagi kehidupan masyarakat.

Saat ini, lebih dari 80% penduduk Indonesia telah terhubung dengan akses internet. Sementara itu, cakupan jaringan dan layanan internet berbasis 4G/LTE telah mencapai lebih dari 98%.

Pemerintah juga menyiapkan layanan internet berkecepatan hingga 100 mega byte per second (Mbps) dengan harga terjangkau bagi sekitar 10,8 juta rumah tangga melalui pemanfaatan spektrum 1,4 GHz.

Pada saat yang sama, perluasan layanan jaringan 5G terus dilakukan melalui pemanfaatan frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Saat ini, makin banyak kota-kota di Tanah Air terlayani akses internet berbasis jaringan 5G.

Konektivitas serat optik (berbasis kabel) juga telah diperluas ke lebih dari 500 ribu fasilitas publik, mulai dari sekolah, fasilitas kesehatan, kantor pemerintahan, pusat transportasi, hingga pusat kegiatan ekonomi.

"Yang kami petakan bukan hanya lokasi jaringan. Kami memetakan sekolah yang membutuhkan konektivitas, fasilitas kesehatan yang harus melayani masyarakat, pusat ekonomi yang harus berkembang, dan wilayah yang belum memperoleh kesempatan yang sama menuju masa depan digital," tuturnya.

BACA JUGA:Menkomdigi Dukung Deklarasi 8 Sekolah Cakap Digital

3 Pilar Transformasi Digital

Edwin menjelaskan, transformasi digital pun harus dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Ketiga pilar tersebut saling melengkapi.