BINUS dan Microsoft Hadirkan Student Journey AI
Ilustrasi pemanfaatan solusi Student Journey AI di BINUS University. (Dok Microsoft Indonesia)--
Jakarta, ID - BINUS University berkolaborasi dengan Microsoft Indonesia menghadirkan solusi Student Journey AI, Tujuannya untuk meningkatkan pengalaman terbaik bagi mahasiswa BINUS melalui dukungan teknologi artificial intelligence (AI).
Student Journey AI merupakan rangkaian solusi kecerdasan buatan yang dibangun di atas Microsoft Azure. Kehadirannya menjadi solusi empat momen kunci dalam perjalanan pendidikan seorang mahasiswa, yakni saat mendaftar, belajar, mencari dukungan literasi, dan menyiapkan karier.
Benang merahnya dari Student Journey AI yang dikembangkan BINUS University dengan menggandeng Microsoft Indonesia satu, yakni teknologi AI yang akan membantu percepatan proses, tetapi manusia yang tetap memegang kendalinya.
Sebagai merupakan salah satu universitas terbesar di Indonesia dengan jaringan kampus yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Malang, dan Medan. Kehadiran Student Journey AI pun membuka ruang inovasi layanan yang lebih baik.
President of BINUS Higher Education Stephen Wahyudi Santoso mengatakan, pihaknya tidak ingin menghadirkan AI sekadar sebagai fitur teknologi, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran yang mendampingi mahasiswa sejak proses awal pendaftaran, menjalani perkuliahan, mengakses pengetahuan, hingga mempersiapkan karier.
“Melalui kolaborasi dengan Microsoft, BINUS menghadirkan pengalaman yang lebih cepat, relevan, dan personal, dengan tetap memastikan bahwa keputusan penting berada di tangan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan,” ujar Stephen, dikutip InfoDigital, Rabu (12/8/2026).
Mahasiswa Mendaftar
Perjalanan mahasiswa BINUS University dimulai di gerbang pendaftaran. Setiap calon mahasiswa mengunggah foto sebagai identitas, lalu mengikuti Tes Potensi Keberhasilan Studi (TPKS).
Dulu, setiap identitas diverifikasi secara manual selama 8–10 menit. Untuk memeriksa 30–40 orang saja, staf bisa menghabiskan hampir satu hari kerja penuh, proses manual ini juga membuka celah bagi praktik joki ujian (impersonation).
Kini, BINUS menggunakan AI Face Recognition dengan liveness detection dan face comparison. Foto diambil langsung dari perangkat peserta dibandingkan secara real-time dengan data referensi, memastikan orang yang hadir benar-benar mahasiswa yang terdaftar. Sistem ini berjalan di atas layanan Azure dan mampu menangani hingga 750 transaksi per detik.
Implementasi tersebut kini mendukung proses verifikasi identitas bagi lebih dari 7,500 calon mahasiswa di berbagai kampus BINUS, termasuk Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Malang, dan Medan.
Dosen Lebih Fokus Mengajar
Setelah resmi menjadi mahasiswa, perjalanan berlanjut ke ruang kelas yang kini banyak berlangsung secara digital. Forum diskusi online menjadi jantung interaksi antara dosen dan mahasiswa. AI Forum Summary pun hadir untuk mengembalikan waktu itu. Ditenagai Azure OpenAI, sistem merangkum diskusi panjang menjadi poin-poin utama sesuai ketentuan yang dipilih dosen.
Yang paling penting, dosen tetap mendapatkan akses untuk mengedit dan memverifikasi setiap ringkasan sebelum dipublikasikan kepada mahasiswa. Inilah pendekatan human-in-the-loop di mana AI mempercepat proses, tetapi keputusan akhir tetap di tangan manusia atau pendidik.