Microsoft Bekali Lebih 2,4 Juta Talenta RI dengan Keterampilan AI
Program Microsoft Elevate. (Dok MIcrosoft)--
Jakarta, ID – Microsoft, raksasa teknologi informasi yang didirikan Bill Gates asal Amerika Serikat, telah membekali lebih dari 2,4 juta talenta di Indonesia dengan keterampilan AI dan memberikan 1,5 juta lebih kredensial dalam dua tahun perjalanannya.
Insiatif itu dilakukan lewat program Microsoft Elevate dengan semangat “Bergerak, hadirkan dampak”. Program hadir hadir dalam inisiatif pelatihan AI yang memberdayakan talenta untuk mendorong inovasi yang berpusat pada manusia.
“Selain bangga karena mampu membekali 2,4 juta talenta, kami juga bersyukur karena di dalamnya termasuk guru madrasah di 38 provinsi, teman-teman disabilitas, hingga aparatur sipil negara di berbagai daerah,” ujar Managing Director Microsoft Indonesia Gunawan Susanto, dikutip InfoDigital, Kamis (17/6/2026).
BACA JUGA:BINUS dan Microsoft Hadirkan Student Journey AI
Bagi Microsoft, lanjut dia, kesiapan AI hanya akan bermakna jika aksesnya merata.
“Karena itu, komitmen kami tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi juga memastikan setiap talenta punya kesempatan yang sama untuk ikut membangun masa depan Indonesia di era AI,” tegasnya.
Tidak berhenti sampai di situ, sebanyak lebih dari 2,5 juta orang turut merasakan manfaatnya lewat keterampilan dan inovasi yang disebarluaskan oleh para peserta kepada komunitas dan lingkungan di sekitar mereka.
Meluasnya dampak pun terwujud berkat kolaborasi lintas sektor. Di sektor pendidikan, Microsoft Elevate mendorong peningkatan kualitas pembelajaran dan penerapan AI untuk memecahkan persoalan nyata.
Bagi pemberdayaan komunitas, keterampilan AI yang diberikan membuka akses yang lebih inklusif terhadap produktivitas dan peluang ekonomi kreatif.
Sementara itu, di sektor kebijakan publik, pembekalan AI memperkuat layanan dan pengambilan keputusan berbasis data serta tata kelola yang bertanggung jawab.
Kebutuhan Keterampilan AI
Kebutuhan untuk memperluas keterampilan semakin penting seiring AI mengubah cara masyarakat Indonesia bekerja.
Baru-baru ini, Microsoft Work Trend Index 2026 menunjukkan bahwa 33% pekerja Indonesia telah menjadi Frontier Professionals.
Sementara itu, 72% pengguna AI di Indonesia mengaku kini mampu menghasilkan pekerjaan yang belum dapat mereka lakukan setahun sebelumnya.