Meta Minta Maaf, Akun WhatsApp yang Terdampak Salah Blokir Mulai Dipulihkan
Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar (kanan). (Dok Komdigi)--
JAKARTA, ID – Meta Platform Inc menyampaikan permintaan maaf kepada pengguna WhatsApp di Indonesia yang kehilangan akses ke akun mereka akibat penonaktifan yang dilakukan sistem.
Perusahaan mengakui adanya kesalahan sistem yang membuat akun yang seharusnya tidak melanggar aturan ikut terblokir.
Perwakilan WhatsApp dan Messenger Asia Pasifik Esther Samboh menjelaskan, masalah tersebut bermula dari sistem WhatsApp yang mendeteksi akun maupun aktivitas yang dianggap melanggar ketentuan layanan dan pedoman komunitas.
Namun, dalam proses penindakan tersebut terjadi kesalahan teknis. Akibatnya, sejumlah akun pengguna yang semestinya tetap aktif justru ikut dinonaktifkan.
“Dalam melakukan proses penangkapan akun-akun yang tidak baik ini kemudian sistem kami melakukan kesalahan,” ujar Esther, setelah bertemu Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Alexander Sabar, di Jakarta Pusat, dikutip InfoDigital, Rabu (26/8/2026).
BACA JUGA:Meta Resmi Umumkan Fitur Peringatan Remaja Bunuh Diri
Meta Mulai Pulihkan Akun WhatsApp Terblokir
Esther menyatakan, Meta telah mengambil langkah mitigasi untuk mengatasi kesalahan tersebut.
Pemulihan dilakukan terhadap akun-akun yang terdampak dan dinilai seharusnya tidak mendapatkan pemblokiran.
Esther memastikan proses pengembalian akses terus dilakukan oleh sistem WhatsApp. Pengguna yang menjadi korban salah blokir diharapkan dapat kembali menggunakan akunnya setelah proses mitigasi selesai.
“Secara cepat sistem dan mitigasi sudah dilakukan untuk mengembalikan akun-akun yang kami lakukan kesalahan dalam memblokir akun-akun ini,” kata Esther.
Ia juga menegaskan bahwa gangguan tersebut bukan kebijakan yang secara khusus ditujukan kepada pengguna WhatsApp di Indonesia. Kesalahan sistem yang menyebabkan akun dinonaktifkan terjadi secara global.
“Hal ini terjadi secara global, jadi tidak ada upaya secara terkoordinasi untuk Indonesia. Ini memang kesalahan sistem yang terjadi secara global dan tidak ada upaya untuk menarget Indonesia,” ujarnya.
Pengguna Bisa Ajukan Banding