VTO Saham IBST Diperpanjang hingga 3 Oktober 2026, Harga Tetap Rp5.400
Bisnis menara telko PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (Dok IBST)--
Jakarta, ID – Masa penawaran tender sukarela atau voluntary tender offer (VTO) saham PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) kembali diperpanjang oleh PT Iforte Solusi Infotek, anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).
Perpanjangan kedua tersebut dilakukan karena masih terdapat pemegang saham publik IBST yang belum berpartisipasi. Periode penawaran yang semula berjalan sebelumnya kini diperpanjang hingga 3 Oktober 2026.
Langkah tersebut merupakan bagian dari proses untuk menjadikan PT Inti Bangun Sejahtera Tbk sebagai perusahaan tertutup dan selanjutnya keluar (delisting) dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
73,77% Saham Publik IBST Sudah Ikut VTO
Berdasarkan data hingga 1 September 2026 pukul 16.00 WIB, sebanyak 113 pemegang saham publik telah mengikuti VTO IBST.
Total saham yang telah diserahkan dalam proses tersebut mencapai 480.110 saham, atau sekitar 73,77% dari total saham publik IBST.
Corporate Secretary Sarana Menara Nusantara Monalisa Irawan menyampaikan, perseroan telah melaporkan perpanjangan kedua periode VTO yang dilakukan Iforte atas saham-saham IBST.
“Perpanjangan kedua masa VTO akan dilaksanakan selama 30 hari, yaitu dimulai pada 4 September 2026, pukul 08.30 WIB, sampai dengan tanggal 3 Oktober 2026,” ujar Monalisa, dikutip InfoDigital, Kamis (3/9/2026).
BACA JUGA:Masa VTO Saham Publik IBST Diperpanjang hingga 3 September 2026
Harga VTO IBST Tetap Rp5.400 per Saham
Dalam perpanjangan kali ini, harga penawaran VTO IBST tidak berubah, yakni sebesar Rp5.400 untuk setiap saham.
Harga tersebut sama dengan harga yang berlaku pada periode penawaran sebelumnya dan tercantum dalam tambahan informasi atas pernyataan VTO.
Namun, secara operasional, penerimaan VTO tidak berlangsung hingga 3 Oktober 2026. Pasalnya, tanggal tersebut bukan merupakan hari operasional Biro Administrasi Efek (BAE) dan perusahaan efek yang ditunjuk dalam pelaksanaan VTO.
Dengan demikian, batas akhir penerimaan partisipasi pemegang saham ditetapkan pada 2 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB, yang merupakan hari kerja.