Kaspersky SAS 2026 Digelar di Bali, Bahas Ancaman Siber Berbasis AI hingga Zero-Day

Kaspersky SAS 2026 Digelar di Bali, Bahas Ancaman Siber Berbasis AI hingga Zero-Day

Kaspersky SAS 2026 digelar di Bali. (Dok Kaspersky)--

Jakarta, IDKaspersky telah mengumumkan agenda untuk acara tahunan Security Analyst Summit (SAS) ke-18, atau Kaspersky SAS 2026, yang akan berlangsung di InterContinental Bali Resort, 20-23 Oktober 2026

Kaspersky SAS 2026 mengusung tema unik anarki siber (cyber-anarchy), di mana para peserta hadir sebagai pemberontak independen yang melangkah bersama untuk menyusun manifesto keamanan kolektif. 

Narasi tersebut mencerminkan kenyataan mendasar di ruang siber modern, yakni respons pamungkas terhadap lingkungan ancaman yang kompleks saat ini terletak pada transformasi tindakan individual menjadi komunitas siber yang kolaboratif.

Lebih dari 200 peserta dari seluruh dunia akan menghadiri SAS 2026, dan agenda tahun ini, menampilkan pengungkapan kerentanan kritis serta investigasi insiden terkait serangan sangat kompleks yang menyasar berbagai sektor digital.

Selama hampir dua dekade, Kaspersky SAS telah menjadi ekosistem utama bagi para pakar intelijen ancaman terkemuka dunia untuk membangun jejaring, menjalin hubungan saling percaya, dan berbagi temuan-temuan penting. 

“Suasana 'anarki siber' tahun ini dirancang untuk memicu pemikiran kreatif yang inovatif serta membentuk kekuatan kolektif yang diperlukan untuk menghadapi serangan siber yang canggih," ujar Direktur Global Research and Analysis Team Kaspersky Igor Kuznetsov, dikutip InfoDigital, Jumat (18/9/2026).

BACA JUGA:Kampanye Keamanan Siber Kaspersky di Indonesia Raih Penghargaan Perak

Kaspersky SAS 2026 akan berfokus pada persinggungan antara  pembelajaran mesin dan keamanan siber. 

Satoki Tsuji dari Ikotas Labs akan mendemonstrasikan bagaimana rantai serangan Remote Code Execution jenis zero-click dapat sepenuhnya memintas mekanisme pengaman pada sistem coding berbasis AI, bahkan sebelum LLM (Large Language Model) dijalankan. 

Selain itu, Dr Zhiniang Peng dari Huazhong University akan menampilkan sistem pencarian kerentanan otonom berbasis LLM yang berhasil mengotomatisasi penemuan dan verifikasi lebih dari 100 kerentanan zero-day pada berbagai distribusi Android terkemuka yang digunakan oleh sejumlah produsen ponsel pintar.

"Seiring dengan semakin kompleksnya lanskap ancaman global, upaya mengamankan masa depan digital kita menuntut penggunaan perangkat keamanan siber tepercaya serta kolaborasi aktif dan nyata antartim,” tutur Igor. 

Teknik Spionase Siber

Sementara itu, penelitian spionase siber tingkat lanjut di SAS tahun ini mengungkap ancaman sangat canggih yang makin mahir dalam menghindari alat keamanan tradisional

Georgy Kucherin dari Kaspersky GReAT akan memaparkan secara rinci kampanye bootkit UEFI tingkat rendah yang tersembunyi dan menyasar entitas diplomatik.