Peneliti Vaksincom juga menemukan bahwa QR code untuk menautkan perangkat di WhatsApp Web bisa ditukar dengan QR milik penyerang.
Bila pengguna men-scan QR palsu itu saat menautkan perangkat, sesi penyerang yang justru terpasang ke akun korban. Inilah yang disebut pengambilalihan akun penuh.
“Serangan ini tidak memerlukan malware, tidak memerlukan password Anda, tidak mencuri cookie sesi, dan bukan celah di WhatsApp. Penyerang juga tidak perlu akun Adobe. Syaratnya cuma satu, Anda membuka halaman web milik penyerang, sementara ekstensi versi rentan terpasang,” pungkas Alfons. (bdm)