Telkom dan Lintasarta Perkuat Konektivitas Digital Medan, Batam, dan Padang

Rabu 02-09-2026,15:44 WIB
Editor : Abdul Muslim

Jakarta, IDPT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, bersama PT Aplikanusa Lintasarta memperkuat infrastruktur konektivitas digital di wilayah yang menghubungkan Medan, Batam, dan Padang.

Penguatan jaringan tersebut dilakukan melalui pemanfaatan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) pada dua koridor strategis, yakni Medan–Batam dan Padang–Batam

Kolaborasi diarahkan untuk menyediakan kapasitas jaringan yang lebih besar sekaligus mengantisipasi peningkatan kebutuhan trafik data di masa mendatang.

Kerja sama kedua perusahaan ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan (BAK) dalam rangkaian Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, 26 Agustus 2026.

Pengembangan konektivitas tersebut menjadi bagian dari upaya InfraNexia dan Lintasarta memperkuat jalur komunikasi digital yang menghubungkan Pulau Sumatra dengan Kepulauan Riau. 

BACA JUGA:Kabel Laut Telkom Terhubung dari Nongsa, Batam ke Changi, Singapura

Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd Rauf mengatakan, kolaborasi dengan Lintasarta merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan pemanfaatan infrastruktur telekomunikasi melalui pendekatan yang terbuka dan kolaboratif.

“Melalui kolaborasi bersama Lintasarta, kami memperkuat koridor Medan–Batam dan Padang–Batam sebagai bagian dari fondasi konektivitas yang dapat mendukung ekspansi layanan, pertumbuhan trafik data, serta kebutuhan digital baru di masa depan,” ujar Lukman, dikutip InfoDigital.

Dalam kerja sama itu, InfraNexia dan Lintasarta mengoptimalkan layanan DWDM untuk menyediakan konektivitas berkapasitas tinggi pada kedua rute tersebut.

Teknologi DWDM memungkinkan sejumlah kanal data ditransmisikan secara bersamaan melalui satu jaringan fiber optik. Dengan kemampuan tersebut, kapasitas jaringan dapat ditingkatkan secara signifikan tanpa harus selalu membangun jalur fiber baru.

Penggunaan teknologi tersebut makin relevan di tengah pertumbuhan kebutuhan konektivitas dari pelanggan korporasi, layanan cloud, pusat data, hingga berbagai aplikasi digital yang membutuhkan kapasitas besar, performa jaringan yang stabil, dan kemampuan ekspansi secara fleksibel.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan infrastruktur sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem digital di berbagai wilayah Indonesia.

BACA JUGA:Pendapatan Telkomsel Berkontribusi 73% ke Telkom

Fondasi Transformasi Digital

Direktur Utama Lintasarta Armand Hermawan menyampaikan, ketersediaan konektivitas berkapasitas tinggi merupakan salah satu fondasi penting dalam menjawab kebutuhan transformasi digital yang terus berkembang.

Kategori :