Menurutnya, peningkatan penggunaan layanan digital, cloud, data center, serta berbagai workload berbasis teknologi membuat kebutuhan terhadap jaringan dengan kapasitas dan keandalan tinggi semakin besar.
“Kolaborasi bersama InfraNexia melalui pemanfaatan layanan DWDM ini menjadi bagian dari upaya kami dalam memperkuat kapabilitas jaringan agar dapat terus mendukung kebutuhan transformasi digital pelanggan secara optimal,” tutur Armand.
Ia melanjutkan, kerja sama dengan mitra dalam ekosistem digital menjadi salah satu langkah penting untuk membangun fondasi infrastruktur yang berdaulat sekaligus beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri.
“Bagi Lintasarta, penguatan konektivitas merupakan bagian dari Lintasarta Intelligent Core, fondasi layanan digital terintegrasi yang kami kembangkan untuk menghadirkan konektivitas yang andal sekaligus menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berkembang,” lanjut Armand.
BACA JUGA:Telkom Enterprise Bidik Kontribusi 30% terhadap Pendapatan Konsolidasi
Medan, Padang, dan Batam Jadi Koridor Strategis
Rute Medan–Batam dan Padang–Batam kini dan ke depan memiliki peran strategis dalam mendukung arus konektivitas digital dari Pulau Sumatra menuju Batam.
Penguatan kedua koridor tersebut diharapkan mampu mengakomodasi pertumbuhan trafik data sekaligus memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi pengembangan layanan digital.
Selain mendukung kebutuhan pelanggan korporasi, peningkatan kapasitas jaringan juga menjadi bagian dari kesiapan infrastruktur menghadapi pertumbuhan cloud computing, pusat data, dan berbagai layanan digital yang membutuhkan koneksi berkapasitas tinggi.
Kolaborasi InfraNexia dan Lintasarta melalui teknologi DWDM tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas jaringan, tetapi juga menyiapkan infrastruktur yang lebih skalabel untuk menghadapi kebutuhan konektivitas digital Indonesia ke depan. (abm)