Indonesia Masuk 10 Besar Pengguna ChatGPT Dunia

Jumat 04-09-2026,06:00 WIB
Editor : Abdul Muslim

Kaji Kesenjangan Kapabilitas AI

Untuk memahami perkembangan adopsi AI di Indonesia secara lebih mendalam, OpenAI bersama lembaga riset kebijakan publik Southeast Asia Policy Institute (SEAPPI) pun menyusun laporan bertajuk “Menutup Kesenjangan Kapabilitas AI di Indonesia”.

Studi tersebut menjadi bagian dari upaya memahami lanskap pengembangan dan pemanfaatan AI di tingkat regional, sekaligus membuka ruang untuk membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia.

Meski tingkat penggunaan AI di Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif, masih terdapat tantangan berupa kesenjangan kapabilitas (capability gap).

Hasilnya, sebagian besar masyarakat dan pelaku usaha dinilai masih menggunakan AI untuk kebutuhan dasar. 

Pemanfaatan untuk fungsi bernilai tinggi yang dapat memberikan dampak lebih besar terhadap produktivitas dan pertumbuhan ekonomi masih perlu diperluas.

BACA JUGA:OpenAI Hapus Batasan Obrolan di ChatGPT

Belajar dari Thailand

Upaya untuk membangun kemitraan dengan pemangku kepentingan di kawasan Asia Tenggara sebelumnya juga telah dilakukan OpenAI di Thailand.

Di negara tersebut, OpenAI bekerja sama dengan Pemerintah Thailand, melalui National Innovation Agency (NIA), jaringan venture capital, serta institusi pendidikan tinggi.

Kolaborasi tersebut mencakup program akselerator AI yang menyediakan pelatihan teknis, dukungan komputasi, serta pendanaan bagi startup dan pengembang lokal.

Model kolaborasi tersebut berpotensi menjadi salah satu referensi untuk pengembangan ekosistem AI di Indonesia.

Sandy mengatakan OpenAI membuka peluang untuk menerapkan skema kemitraan strategis serupa di Indonesia.

Menurut dia, kerja sama antara penyedia teknologi, pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat dapat membantu mengurangi kesenjangan kapabilitas sekaligus mendorong lahirnya solusi AI yang dikembangkan sesuai kebutuhan lokal.

“Kami sangat bersemangat untuk bekerja sama secara erat dengan pemerintah Indonesia, pemimpin industri, dan masyarakat sipil guna membangun ekosistem AI yang inklusif dan berdampak tinggi,” pungkas Sandy. (abm)

Kategori :

Terkait