Grab For Business Terintegrasi dengan Concur Expense, Permudah Pengelolaan Biaya Perjalanan Bisnis

Senin 14-09-2026,15:00 WIB
Editor : Abdul Muslim

Jakarta, IDGrab, melalui Grab For Business, memperluas solusi digital untuk kebutuhan korporasi dengan menghadirkan integrasi bersama Concur Expense dari SAP Concur.

Integrasi Grab For Business dan SAP Concur kini tersedia melalui SAP Concur App Center bagi pelanggan Grab For Business di seluruh kawasan Asia Tenggara.

Integrasi tersebut ditujukan untuk membantu perusahaan di Asia Tenggara mengelola perjalanan bisnis sekaligus mencatat pengeluaran secara lebih praktis, terintegrasi, dan otomatis.

Melalui koneksi antara Grab For Business dan Concur Expense, transaksi yang dilakukan karyawan menggunakan Work Profile di aplikasi Grab dapat terhubung secara otomatis ke sistem pengelolaan biaya perusahaan.

Transaksi yang memenuhi syarat, termasuk perjalanan, pemesanan makanan, serta layanan pengantaran untuk kebutuhan bisnis, akan tercatat di Concur Expense. Dengan begitu, karyawan tidak perlu lagi memasukkan detail pengeluaran satu per satu secara manual.

BACA JUGA:Grab Operasikan 28 Ribu Kendaraan Listrik

Regional Head of Grab For Business Valerie Khoo mengatakan, integrasi dengan SAP Concur menghadirkan proses pengelolaan pengeluaran yang lebih terhubung bagi karyawan maupun tim keuangan.

“Bersama SAP Concur, kami dapat menghubungkan mobilitas bisnis dengan pengelolaan pengeluaran dalam satu proses yang lebih terintegrasi,” ujar Valerie Khoo, dikutip InfoDigital, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, perusahaan juga dapat memanfaatkan otomatisasi untuk menyederhanakan pelaporan biaya serta meningkatkan pemantauan terhadap pengeluaran perjalanan bisnis.

Perjalanan Bisnis Asia-Pasifik Terus Bertumbuh

Integrasi tersebut hadir ketika aktivitas perjalanan bisnis di kawasan Asia-Pasifik terus menunjukkan pertumbuhan, meskipun kondisi ekonomi global masih menghadapi berbagai ketidakpastian.

Berdasarkan data Global Business Travel Association (GBTA), Asia-Pasifik diperkirakan tetap menjadi pasar perjalanan bisnis terbesar di dunia. Pengeluaran perjalanan bisnis di kawasan tersebut diproyeksikan mencapai US$700,9 miliar pada 2026.

Indonesia juga menjadi salah satu pasar yang menunjukkan pertumbuhan kuat. Nilai perjalanan bisnis di Indonesia diproyeksikan tumbuh 12,6 persen.

Peningkatan aktivitas perjalanan bisnis membuat kebutuhan perusahaan bukan hanya sebatas menyediakan sarana mobilitas bagi karyawan. 

Perusahaan juga perlu memastikan setiap perjalanan dan pengeluaran terkait dapat dikelola, dipantau, serta disesuaikan dengan kebijakan internal.

Kategori :