Indosat Realisasikan Capex Rp9,52 Triliun
Gedung Kantor Pusat INdosat di Jakarta. (Dok Indosat) --
Jakarta, ID - PT Indosat Tbk, emiten telekomunikasi digital yang dikenal juga sebagai Indosat Ooredoo Hutchison dengan kode saham ISAT, telah membelanjakan modal (capital expenditure/capex) Rp9,52 triliun pada semester I-2026.
Nilai capex Indosat tersebut meningkat Rp2,05 triliun (27,44%) dibandingkan semester I-2025 senilai Rp7,47 triliun. Pengeluaran belanja modal semester I tahun ini tersebut tidak termasuk Rp6,57 triliun aset hak guna.
“Sekitar 57,1% dari pengeluaran modal dialokasikan untuk bisnis seluler untuk mendukung permintaan layanan data dan sisanya dialokasikan pada pengeluaran modal untuk MIDI dan telekomunikasi tetap,” ungkap President Director and Chief Executive Officer Indosat Vikram Sinha, dalam Investor Memo laporan keuangan Indosat Kuartal II-2026, dikutip InfoDigital, Selasa (4/8/2026).
Dengan alokasi capex tersebut untuk mendukung bisnis seluler, jumlah perangkat penguat sinyal di Menara telekomunikasi sinyal (base transceiver station/BTS) Indosat pun bertambah pada semester I-2026.
BACA JUGA:Transformasi AI Dongkrak Laba Bersih Indosat 49%
Pada 30 Juni 2026, jumlah BTS Indosat bertambah 23.248 unit (8,96%) menjadi 282.630 unit dari setahun lalu (year on year/YoY) masih 259.582 unit.
BTS terbanyak Indosat mencapai 214.326 unit mengadopsi teknologi seluler 4G/LTE dan 10.117 unit BTS berteknologi 5G untuk layanan data/internet atau ponsel pintar (smartphone).
Perseroan juga masih memiliki 58.187 BTS berteknologi 2G untuk layanan ponsel jadul/fitur (feature phone) yang hanya bisa digunakan untuk menelepon (voice) dan berkirim pesan singkat (SMS).
Hingg semester I-2026, Indosat punya 93,4 juta pelanggan seluler yang berbasis teknologi BTS, turun 2 jutaan dibandingkan setahun lalu. Pelanggan seluler terdiri atas 91,3 jutaan pelanggan prabayar dan 2,1 jutaan pelanggan pascabayar.
Indosat telah menaikkan target capex penuh tahun 2026 menjadi Rp23 triliun, bertambah Rp10 triliun dari Rp13 triliun pada 2025. Tambahan capex akan digunakan untuk menggenjot ekspansi jaringan 5G setelah memenangi spektrum selebar 80 MHz pada pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.
Investasi AI dan Usaha Patungan
Pada semester I-2026, investasi dan transformasi AI Indosat telah melambungkan pertumbuhan laba bersih 49% menjadi Rp3,2 triliun dari total pendapatan Rp30,7 triliun.
Vikram menyampaikan, kinerja operasional yang kuat memungkinkan Indosat mempercepat investasi yang akan membentuk fase pertumbuhan berikutnya.
“Dengan fondasi keuangan yang semakin kokoh, Indosat terus berinvestasi pada kapabilitas yang akan memperluas bisnis teknologinya sekaligus membuka peluang pertumbuhan jangka Panjang,” ungkapnya.