Teknisi Ponsel Indonesia Didorong Go International Lewat CGC 2026
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya (berkaca mata) hadiri World Cup CGC Indonesia 2026. (Dok Kementerian Ekraf)--
Pengembangan kompetensi teknisi ponsel pun tidak diarahkan sebatas untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di dalam negeri.
Kemenekraf bersama Kemenaker juga mendorong agar teknisi dari berbagai daerah memiliki kesempatan untuk memasuki pasar kerja regional hingga internasional.
“Cita-citanya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan teknisi di berbagai daerah, tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tapi bagaimana talenta-talenta Indonesia bisa mengisi kebutuhan reparasi ponsel di regional bahkan global,” kata Teuku Riefky.
Kompetisi Reparasi CPU hingga Glass Repair
Sementara itu, CGC Indonesia 2026 menghadirkan sejumlah kategori keterampilan reparasi perangkat.
Pada tingkat nasional, kompetisi mencakup keahlian seperti reparasi CPU iPhone, CPU Android, dan glass repair. Sementara itu, terdapat pula kompetisi reparasi perangkat pada tingkat Asia.
Kemampuan yang diuji tidak hanya berkaitan dengan praktik membongkar dan memperbaiki perangkat.
Seorang teknisi juga dituntut memiliki pengetahuan teknis, ketelitian, pengalaman, kedisiplinan, serta kemampuan menganalisis dan menyelesaikan masalah.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan peningkatan kompleksitas teknologi membuat kebutuhan terhadap kompetensi teknisi juga semakin besar.
“Teknisi ponsel bukan sekadar orang yang memperbaiki perangkat saja. Dibutuhkan pengetahuan, keterampilan, ketelitian, pengalaman, disiplin, dan kemampuan memecahkan masalah,” ungkap Afriansyah.
Ia menambahkan bahwa semakin berkembang teknologi, semakin tinggi pula kompetensi yang diperlukan oleh tenaga kerja di bidang tersebut.
BACA JUGA:Kuartal I, Lebih 15 Ribu Serangan Siber Sasar Ponsel di Indonesia
Pemerintah Perkuat Pelatihan dan Sertifikasi
Selain kompetisi, pemerintah mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja melalui berbagai program pengembangan keterampilan.
Kemenaker menyediakan sejumlah program, mulai dari pelatihan vokasi, pemagangan, sertifikasi kompetensi, hingga upskilling dan reskilling.