Teknisi Ponsel Indonesia Didorong Go International Lewat CGC 2026
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya (berkaca mata) hadiri World Cup CGC Indonesia 2026. (Dok Kementerian Ekraf)--
Jakarta, ID – Kompetensi teknisi ponsel Indonesia terus didorong agar tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga memiliki daya saing hingga tingkat regional dan global.
Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui World Cup Circuit Global Championship (CGC) Indonesia 2026. Ajang tersebut diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Kompetisi keterampilan reparasi perangkat seluler ini digelar Asosiasi Teknisi Ponsel Indonesia (TESPOIN) pada 26–27 September 2026 di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Jakarta.
Selain menjadi arena kompetisi, CGC Indonesia 2026 menjadi wadah bagi teknisi untuk meningkatkan kemampuan, bertukar pengetahuan, sekaligus memperluas koneksi dengan industri.
Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) dan Kemenaker.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menilai, keberadaan teknisi memiliki kaitan erat dengan perkembangan ekonomi kreatif berbasis digital.
Menurutnya, berbagai karya dan aktivitas digital membutuhkan perangkat yang dapat berfungsi secara optimal.
Karena itu, keterampilan teknisi ponsel menjadi salah satu bagian penting dalam menopang ekosistem digital.
“Di titik inilah, talenta para teknisi memiliki peran yang sangat penting,” ujar Teuku Riefky, dikutip InfoDigital.
BACA JUGA:Kemenperin Tingkatkan Kompetensi Jasa Servis Ponsel
Ia juga mengapresiasi TESPOIN sebagai penyelenggara serta Kemenaker yang menjadi tuan rumah CGC Indonesia 2026.
Menurut Teuku Riefky, penyelenggaraan kompetisi semacam tersebut dapat mempertemukan talenta, komunitas, industri, dan pemerintah dalam satu ekosistem.
Pertemuan itu diharapkan membuka lebih banyak peluang kerja sama sekaligus memperluas pasar bagi tenaga terampil Indonesia.
Teknisi Ditargetkan Tembus Pasar Global