Literasi Keuangan Butuh Dukungan Korporasi

Literasi Keuangan Butuh Dukungan Korporasi

Diskusi Literasi Keuangan Himapen bertajuk Menangkap Peluang investasi Saham, Kripto, dan Komoditas. (Dok InfoDigital)--

Jakarta, ID - Literasi keuangan di Tanah Air memerlukan dukungan koorporasi, baik melalui kegiatan edukasi hingga menyediakan solusi keamanannya. 

Hal itu menjadi bagian dari pemaparan  Patrick Dannacher, president director PT ITSEC Asia Tbk dan Direktur Human Capital & Compliance BNI Mucharo dalam diskusi Literasi Keuangan Mahasiswa bertajuk Menangkap Peluang investasi Saham, Kripto, dan Komoditas yang digelar Himpunan Pemuda dan Mahasiswa Nagekeo (Himapen) di Jakarta, Rabu (6/7/2026).

Patrick Dannacher menyatakan, di sektor finansial, peran perseroan bukan sekadar menyediakan produk keamanan siber, tetapi membantu membangun ekosistem investasi digital yang lebih aman dan terpercaya. 

Perseroan perlu bekerja sama dengan berbagai institusi keuangan, termasuk perbankan, perusahaan pembiayaan, fintech, perusahaan sekuritas, penyedia layanan pembayaran digital dan berbagai organisasi lainnya untuk melindungi sistem, data dan layanan yang digunakan oleh jutaan masyarakat Indonesia.

BACA JUGA:Literasi Keuangan Digital Generasi Muda Diperluas

Bagi ITSEC Indonesia, dia menuturkan, mendukung dunia investasi berarti membantu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan digital. 

Ketika platform investasi mampu melindungi data, transaksi dan aset pengguna secara konsisten, masyarakat akan makin percaya untuk berinvestasi secara digital. 

“Pada akhirnya, keamanan siber tidak hanya melindungi sistem, tetapi juga menjaga kepercayaan investor dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” kata dia, dikutip InfoDigital

Dalam mendukung kebutuhan tersebut, dia menyatakan, ITSEC Asia menyediakan sejumlah layanan, seperti security operations center (SOC) 24/7, managed detection and response (MDR), penetration testing, vulnerability assessment, cloud security, dan application security.

Selanjutnya, solusi digital forensics dan incident response, threat intelligence, Virtual Chief Information Security Officer (vCISO), governance, risk and compliance (GRC), serta berbagai layanan konsultasi keamanan siber.

“Kami juga terus mengembangkan solusi berbasis AI seperti Bronyx.ai, platform autonomous penetration testing yang membantu organisasi menemukan dan memprioritaskan kerentanan dengan lebih cepat, sehingga potensi risiko dapat ditangani sebelum dimanfaatkan oleh pelaku serangan,” tuturnya.

BACA JUGA:Literasi dan Akses Digital Dibangun Bersamaan

Kontribusi BNI

Pada bagian lain, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) proaktif dalam rangka memperkuat literasi keuangan masyarakat Tanah Air. Diharapkan lebih banyak masyarakat aktif menggunakan berbagai layanan jasa perbankan secara bijak.