Studi LD FEB UI: 54% Kredit Kredivo untuk Kebutuhan Produktif
Ilustrasi pengajuan kredit Kredivo secara online. (Dok Kredivo) --
Jakarta, ID – Studi Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) bersama Kredivo Group menunjukkan bahwa sekitar 54% kredit Kredivo sepanjang tahun 2025 digunakan untuk kebutuhan produktif.
Kebutuhan tersebut mencakup berbagai keperluan, mulai dari modal usaha, perumahan, pendidikan, hingga kesehatan.
Temuan ini menjadi bagian dari studi yang mengkaji dampak sosial dan ekonomi kredit digital terhadap perekonomian Indonesia.
Penelitian tersebut turut melihat bagaimana layanan paylater dan pinjaman tunai dari KrediFazz berkontribusi terhadap akses pembiayaan, perilaku finansial masyarakat, perkembangan UMKM, serta aktivitas ekonomi secara lebih luas.
Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan LD FEB UI Paksi Walandouw mengatakan, penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif berbasis bukti mengenai perkembangan dan dampak kredit digital di Indonesia.
Menurutnya, pertumbuhan industri kredit digital perlu diikuti dengan kajian mengenai dampaknya terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
“Di tengah pertumbuhan industri yang pesat dan diskusi publik yang berkembang, perspektif berbasis bukti menjadi penting untuk melihat bagaimana kredit digital benar-benar bekerja dalam konteks sosial ekonomi Indonesia,” ujar Paksi, dikutip InfoDigital, Sabtu (5/9/2026).
Ia menambahkan, ketika sebuah layanan keuangan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, pengaruhnya tidak cukup diukur dari pertumbuhan industri semata.
Dampaknya juga perlu dilihat dari bagaimana layanan tersebut memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.
Perubahan dalam Satu Dekade
Chief Marketing Officer Kredivo Indina Andamari menyampaikan, temuan penelitian tersebut baru menggambarkan sebagian dari perubahan yang berlangsung selama sekitar satu dekade perkembangan Kredivo di Indonesia.
Menurut Indina, Kredivo pada awalnya hadir untuk membantu mengatasi kesenjangan akses kredit. Seiring perkembangan layanan, pembiayaan digital kemudian menjadi bagian dari perjalanan finansial masyarakat.
“Seiring waktu, layanan kami berkembang dari membuka akses pembiayaan menjadi bagian dari perjalanan finansial jutaan masyarakat,” tuturnya.
Menurut dia, studi bersama LD FEB UI dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kontribusi kredit digital sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk mengembangkan layanan yang makin relevan dan inklusif bagi konsumen Indonesia.