Pameran Kriyanusa 2026 Hadirkan Teknologi Imersif Digital dan Kriya Nusantara

Pameran Kriyanusa 2026 Hadirkan Teknologi Imersif Digital dan Kriya Nusantara

Konpers pameran Kriyanusa 2026. (Dok Komdigi)--

Dekranas menyebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor kerajinan Indonesia pada 2025 mencapai sekitar Rp20 triliun.

Potensi tersebut ingin terus dikembangkan melalui peningkatan kualitas produk, daya saing, mutu, serta kreativitas para perajin di berbagai daerah.

Tri Tito mengatakan penguatan sektor kerajinan diharapkan dapat membuka peluang yang lebih besar bagi produk Indonesia untuk menembus pasar internasional.

“Kami ingin mencapai pasar dunia,” kata Tri Tito.

Libatkan 257 Peserta dan 410 Booth

Ketua Panitia Pelaksana Kriyanusa 2026 Ayu Heni Rosan mengatakan penyelenggaraan tahun ini melibatkan 257 peserta dengan total 410 booth akan dibuka.

Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari Dekranasda tingkat provinsi, kabupaten dan kota, kementerian/lembaga, peserta umum, yayasan, hingga pelaku kuliner.

“Persiapan pameran disebut telah mendekati 100 persen. Produk yang akan dipamerkan juga telah melewati proses kurasi sebelum ditampilkan kepada Masyarakat,” tutur Ayu.

Bagi Ayu, pembelian produk kriya tidak sekadar menjadi aktivitas transaksi. Masyarakat juga turut memberikan apresiasi terhadap proses kreatif, kerja keras, dan keterampilan para perajin di balik setiap produk.

Fashion Show hingga Pertunjukan Seni

Pengalaman pengunjung di Kriyanusa 2026 tidak hanya berpusat pada area booth. Sejumlah kegiatan juga disiapkan di panggung utama selama pameran berlangsung.

Agenda tersebut antara lain fashion show, talk show, pertunjukan musik, dan tari. 

Talk show akan menghadirkan sejumlah desainer, budayawan, serta pelaku UMKM untuk membahas perkembangan kriya dan industri kreatif Indonesia.

Pameran tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan karya perajin Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas serta mendorong penggunaan produk lokal, khususnya di kalangan generasi muda. (lmm)