Driver Ojek GoRide Terima Bagian 92% Mulai 1 Juli

Driver Ojek GoRide Terima Bagian 92% Mulai 1 Juli

Driver ojek GoRide menggunakan motor listrik. (Dok Gojek-GoTo)--

Jakarta, ID - Para pengemudi (driver) ojek online GoRide akan mulai menerima bagian pendapatan 92% dari pesanan transportasi pelanggan dari Gojek akan berlaku efektif mulai 2 Juli 2026, atau Kamis (2/7/2026).

Saat ini, para driver GoRide masih mendapatkan potongan 20% dari Gojek, atau menerima bagian 80%. Dengan kata kain, Gojek yang merupakan bagian dari GoTo menerima bagian 20% dari pesanan transportasi GoRide.  

Gojek, bagian dari bisnis PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), pun mengumumkan akan mulai menerapkan potongan aplikasi hanya 8% untuk layanan transportasi penumpang roda dua (GoRide) efektif mulai 1 Juli 2026.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, sebagai bagian dari tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto terkait peningkatan kesejahteraan mitra pengemudi ojek online.

“Pemberlakuan komisi untuk layanan transportasi online roda dua merupakan kebijakan yang selama ini ditunggu-tunggu oleh para pengemudi ojek online,” ujar Sufmi Dasco Ahmad, dikutip InfoDigital, Senin (29/7/2026). 

BACA JUGA:Tarif Ojol GoRide Tak Naik Walau Bagi Hasil GoTo Turun Jadi 8%

Menurut dia, merupakan komitmen DPR RI untuk mengawal proses panjang dari perjuangan teman-teman driver di ojek online, baik GoRide maupun GrabBike (bagian Grab).

“Hal ini menjadi komitmen Bapak Presiden Prabowo yang betul-betul berpihak terhadap seluruh pengemudi ojek online,” tuturnya.

Hadir pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama dan Deputi CEO GoTo Catherine Hindra Sutjahyo. GoTo pun siap mengimplementasikan skema baru bagi hasil bagi driver GoRide tersebut.

Menurut dia, mulai 1 Juli 2026, Gojek akan mengimplementasikan potongan aplikasi hanya sebesar 8% untuk layanan transportasi penumpang ojek online roda dua atau GoRide. 

“Hal ini merupakan upaya kami untuk terus meningkatkan kesejahteraan para mitra pengemudi ojek online,” ungkap Catherine.

BACA JUGA:3,1 Juta Pengemudi Gojek Didorong Beralih ke Motor Listrik

Implementasi skema bagi hasil baru itu diakuinya tentu tidak mudah dan akan memberikan tantangan bagi lini bisnis roda dua Gojek yang merupakan bagian darti GoTo. 

Karena itu, penyesuaian perlu dilakukan dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang saling terkait, yaitu peluang pendapatan mitra pengemudi tetap terjaga, keterjangkauan harga layanan bagi pelanggan, dan keberlanjutan ekosistem.