Monas University Manfaatkan AI untuk Lestarikan Aksara Kuno Indonesia

Monas University Manfaatkan AI untuk Lestarikan Aksara Kuno Indonesia

Monash University berusaha lestarikan aksara Indonesia. (Dok Monash University)--

Aksara Lokal Terancam Punah

Ketika para peneliti menguji model AI terkini pada aksara asli seperti aksara Jawa, Sunda, Lampung, dan Lontara, sebagian besar menunjukkan kinerja yang nyaris nol. 

Bahkan, AI tingkat lanjut pun kesulitan mengenali karakter dasar, dan sering kali menghasilkan teks yang tidak masuk akal. Alasannya sederhana, yaitu kelangkaan data. 

Sebagian besar kumpulan data pelatihan AI didominasi bahasa Inggris dan bahasa-bahasa lain yang berbasis alfabet Latin. 

BACA JUGA:Teknologi AI akan Pacu Karier Anak Muda

Kondisi tersebut menciptakan ‘lingkaran setan’, di mana teknik pemrosesan bahasa alami (NLP) untuk bahasa Indonesia mengabaikan aksara lokal, yang pada akhirnya membuat penggunaan aksara-aksara tersebut semakin minim.

Pendekatan Lapangan

Untuk mengatasi tantangan tersebut, para peneliti mengambil pendekatan langsung ke lapangan, sejalan dengan komitmen Monash terhadap masyarakat adat. 

Mereka tidak hanya mengandalkan arsip digital yang terbatas, tetapi juga secara langsung mengumpulkan 75 buku dan manuskrip dari pasar lokal serta koleksi pribadi. 

Proses itu dilakukan bersama penutur asli, pendidik, serta komunitas akar rumput yang peduli terhadap pelestarian warisan budaya, termasuk Aksara di Nusantara. 

Kolaborasi itu pun dilakukan untuk menyalin, melakukan transliterasi, dan menerjemahkan ribuan halaman secara manual.

Pendekatan manual itu untuk memastikan bahwa AI tidak hanya mempelajari bentuk huruf, tetapi juga memahami nuansa budaya yang terkandung dalam teks. 

Salah satu pencapaian paling penting adalah penyertaan aksara Lampung, yang hingga kini belum memiliki dukungan Unicode, yang artinya, aksara ini pada dasarnya ‘tidak ada’ di jaringan internet standar. 

Dengan membangun kerangka kerja khusus untuk aksara Lampung, tim peneliti memberikan kehidupan digital bagi sebuah aksara yang berada di ambang kepunahan di era modern. (lmm)