IKM Fesyen dan Kriya Didorong Manfaatkan Platform Digital

IKM Fesyen dan Kriya Didorong Manfaatkan Platform Digital

Pembinaan IKM untuk tingkatkan daya saing. (Dok Kemenperin)--

Berdasarkan data yang disampaikan Kemenperin, pertumbuhan industri fesyen dan kriya nasional meningkat dari 2,43 persen pada 2024 menjadi 4,93 persen pada 2025.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan adanya peluang yang masih dapat dikembangkan oleh pelaku industri nasional. Namun, peluang tersebut perlu diikuti peningkatan kapasitas dan kemampuan adaptasi agar IKM mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Pelaku IKM harus semakin adaptif, inovatif, mampu memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai instrumen untuk memperkuat daya saing, sehingga naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas,” tutur Agus.

BACA JUGA:Telkomsel Dorong UKM Manfaatkan AI untuk Go Global

Ekosistem IKM Fesyen dan Kriya

Selain mendorong digitalisasi, Kemenperin menjalankan berbagai program untuk memperkuat ekosistem industri fesyen dan kriya.

Upaya tersebut dilakukan melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) yang berada di bawah Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA).

Salah satu program yang dikembangkan adalah Creative Talk, bagian dari rangkaian Creative Business Incubator (CBI).

Program tersebut dirancang untuk membantu pengembangan wirausaha muda di sektor industri kreatif, terutama bidang fesyen dan kriya, melalui pendampingan yang melibatkan praktisi serta akademisi.

Digitalisasi Jadi Kunci IKM Perluas Pasar

Dorongan Kemenperin menunjukkan bahwa transformasi digital menjadi bagian penting dalam pengembangan IKM fesyen dan kriya.

Dengan memanfaatkan platform digital secara optimal, pelaku usaha tidak hanya memiliki peluang memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas, tetapi juga dapat membangun merek dan memahami kebutuhan pasar.

Di tengah pertumbuhan industri fesyen dan kriya nasional, kemampuan beradaptasi dengan teknologi akan menjadi salah satu faktor penting bagi IKM untuk meningkatkan daya saing dan membuka peluang pasar baru.

Karena itu, digitalisasi, inovasi produk, penguatan merek dan pengembangan kapasitas usaha perlu berjalan beriringan agar IKM nasional mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif. (bdm)