80,6% WNI Sudah Online, Pemerintah Dorong Domain .id Makin Berperan

80,6% WNI Sudah Online, Pemerintah Dorong Domain .id Makin Berperan

Wamenkomdigi Nezar patria di acara PANDI, Jakarta. (Dok Kemkomdigi) --

Nezar juga menilai, domain .id memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar penanda alamat internet Indonesia.

Menurut dia, domain .id dapat menjadi salah satu sarana untuk membawa bahasa, budaya, pengetahuan, dan kearifan lokal Nusantara ke ruang digital.

Ia mencontohkan penggunaan bahasa dan aksara Bali yang kini sudah dapat diterapkan dalam domain .id.

“Domain .id ini bukan cuma dua huruf, i dan d. Di belakang itu adalah simbol dan kekayaan culture, knowledge, dan wisdom Nusantara,” tuturnya.

Menurut Nezar, digitalisasi bahasa daerah menjadi semakin penting karena internet membuat generasi muda semakin mudah terpapar budaya dari berbagai negara.

“Kita punya begitu banyak bahasa, tetapi generasi muda kita malah tidak kenal,” katanya.

BACA JUGA:230 Juta Pengguna Internet Penopang Ekonomi Digital RI

Keamanan Domain .id Jadi Perhatian

Seiring meningkatnya penggunaan domain .id, aspek keamanan dan kepercayaan digital juga menjadi perhatian pemerintah.

Nezar meminta aspek keamanan sudah diperhitungkan sejak tahap awal perancangan layanan digital. 

Hal itu diperlukan untuk mengantisipasi berbagai risiko, mulai dari penipuan, distribusi konten berbahaya, eksploitasi anak, hingga praktik pengumpulan data yang tidak sesuai ketentuan.

“Keamanan dan kepercayaan harus dibangun sejak tahap perencanaan,” ujar dia.

Pemerintah juga mendorong PANDI memperkuat pertukaran data dan koordinasi dengan berbagai pihak dalam ekosistem internet, termasuk registry, registrar, penyelenggara jasa internet, lembaga keamanan siber, serta tim respons insiden.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu mendeteksi sekaligus menangani penyalahgunaan domain secara lebih cepat.

Domain .id Harus Inklusif dan Terjangkau